LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ipar pemimpin Hamas dirawat di rumah sakit Israel

Ipar Ismail Haniyah direncanakan dirawat selama satu pekan di Israel.

2012-08-09 13:35:59
Israel
Advertisement

Ipar Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyah terpaksa dirawat di Rumah Sakit Beilinson di Kota Peta Tikvah, Israel, lantaran sakit jantung. Hal itu terjadi setelah semua rumah sakit di Jalur Gaza, Palestina, menyatakan belum sanggup merawat ipar salah satu pemimpin organisasi perlawanan Hamas itu.

Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, Rabu (8/8), suami dari adik perempuan Ismail Haniyah, Suhila Abdul Salam Ahmad Haniyah, mengidap penyakit jantung serius empat bulan lalu. Seluruh rumah sakit di Jalur Gaza menyatakan tidak mampu merawatnya. Pasangan itu pun dirujuk ke Rumah Sakit Beilinson. Mereka sepakat dan langsung mengurus izin khusus buat masuk ke wilayah Negeri Zionis itu.

Setelah mendapatkan izin, suami Suhila diangkut menggunakan ambulans Palestina melintasi Perlintasan Erez, Israel. Ddari sana mereka kemudian dipindah ke ambulans Bintang Daud Merah (Magen David Adom) milik Israel menuju Rumah Sakit Beilinson di Peta Tikvah.

Advertisement

Rencananya ipar Ismail Haniyah bakal dirawat sekitar satu pekan buat memulihkan kondisinya. Mereka tidak diberi layanan khusus, sesuai dengan kebijakan berlaku di Israel.

Rumah sakit Israel sering merawat warga Palestina sebelumnya. Maret lalu, remaja Palestina berumur 15 tahun dilarikan ke rumah sakit Negeri Yahudi itu karena luka bakar dan terkena pecahan peluru.

Menurut administrasi catatan sipil Israel, tahun lalu 115 ribu orang Palestina dirawat di negara Yahudi itu. Sekitar 100 dokter Palestina juga dilatih di sana. "Saban tahun selalu ada pasien dari Palestina di rumah sakit Israel," kata koordinator Administrasi Kesehatan Sipil Dahlia Bassa.

Advertisement

Kondisi rumah sakit di Jalur Gaza dan Tepi Barat memang memprihatinkan. Mereka sering mengalami kekurangan obat-obatan akibat blokade Israel. Fasilitas alat-alat kesehatan pun minim. Apalagi jika Negeri Zionis itu sedang gencar melakukan dan jumlah pasien melonjak tajam.

Para tenaga medis Palestina pun sering menjadi sasaran tembak pasukan Israel. Mereka berdalih lantaran ambulans mengangkut teroris. Tetapi, kondisi itu sudah biasa dialami para dokter dan pekerja kesehatan di Negeri Al-Quds itu. Atas dasar itu, Indonesia membantu warga di Jalur Gaza dengan mendirikan sebuah rumah sakit hasil sumbangan warga muslim tanah air.

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.