Intelijen Jerman temukan 100 militan pura-pura jadi imigran
Seratus imigran gadungan itu terkait ISIS, tersebar di pelbagai kota. Sekarang mereka diawasi ketat
Badan Intelijen Dalam Negeri Jerman (BfV) menyatakan setidaknya 100 orang berlatar militan tinggal di negaranya sejak tahun lalu, dengan berpura-pura menjadi imigran. Seorang sumber mengatakan Kepala BfV, Hans-Georg Maasen, memerintahkan anak buahnya agar mengawasi ketat nama-nama yang tersebar di pelbagai kota itu.
Bocoran informasi ini dimuat oleh surat kabar Berliner Zeitung, Jumat (5/2). Sumber yang dikutip itu mengikuti rapat antara Kepala BfV dengan Kementerian Dalam Negeri Jerman kemarin.
"Dari 100 nama yang dicurigai, semuanya terkait dengan jaringan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS)," kata sumber tersebut.
Kantor berita Reuters berusaha menghubungi Kementerian Dalam Negeri Jerman untuk konfirmasi lebih lanjut. Namun belum ada balasan terkait isu militan menyaru sebagai imigran ini.
Dalam rapat yang sama, Kepala Intelijen Jerman mengingatkan pihaknya masih berpeluang memperoleh info yang belum sepenuhnya valid. BfV sebelumnya menerima lebih dari 100 nama. Namun sebagian nama diduga militan, ternyata sekadar dituduh tanpa ada dasar kuat oleh informan di lapangan.
Risiko menyusupnya jaringan teror ISIS bersama rombongan pengungsi Suriah sudah pernah disampaikan Interpol tahun lalu. Apalagi Jerman menjadi negara paling terbuka menerima pelarian perang dari Timur Tengah. Setidaknya ada 1 juta imigran yang diizinkan masuk Jerman sepanjang 2015.