LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ini para jenderal andalan Presiden Erdogan siap gempur Rusia

Rusia geram Turki menembak jatuh Su-24, jenderal Presiden Erdogan pun siap menghadapinya. Siapa saja mereka?

2015-11-25 12:51:57
Turki
Advertisement

Jatuhnya pesawat Su-24 Rusia oleh pesawat F-16 Turki telah menumbuhkan ketegangan antara kedua negara, terutama wilayah perbatasan Suriah. Apalagi, salah satu pilot Su-24 diketahui tewas dibunuh kelompok pemberontak yang diduga terkait dengan militan ISIS.

Peristiwa itu menimbulkan kemarahan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dengan penuh amarah, dia menyebut pesawat tempurnya tak melintasi wilayah udara Turki dan tetap di Suriah. Bahkan, dia juga menyebut Presiden Tayyib Erdogan membekingi ISIS. Pemimpin Rusia itu menjamin tindakan Turki menimbulkan konsekuensi serius antar dua negara.

"Rusia ibaratnya ditusuk dari belakang oleh kaki tangan teroris," kata Putin.

Mendapat ancaman tersebut, Erdogan langsung mengumpulkan seluruh jenderal-jenderalnya. Rapat tersebut melibatkan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, menteri senior, seluruh jenderal ketiga matra, serta Kepala Badan Intelijen Turki.

Setelah rapat internal, Erdogan mengirim utusan ke markas besar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Ibu Kota Brussels, Belgia. Rapat digelar pukul 16.00 waktu setempat. Turki adalah anggota penuh NATO, sehingga insiden pagi tadi membuat seluruh kawasan Eropa waswas.

Dalam jumpa pers terpisah, Perdana Menteri Turki memastikan tindakan militernya menembak jatuh pesawat tempur Rusia sudah tepat. Dia menegaskan ada bukti sahih bahwa Sukhoi Su-24 itu melanggar wilayah udara mereka, dan sudah diperingatkan 10 kali.

"Kami ingin komunitas internasional memahami bahwa pemerintah Turki siap mengorbankan perdamaian, jika keamanan dan kehidupan warga kami di perbatasan terancam. Adalah hak kami untuk mempertahankan kedaulatan kami setelah peringatan kami tidak diindahkan," kata.

Para jenderal ini segera bersiap menghadapi kemungkinan serangan Rusia terhadap wilayah Turki, siapa saja mereka?

Panglima Angkatan Bersenjata Turki

Jenderal Necdet Ozel adalah pimpinan tertinggi angkatan bersenjata Turki, Ozel sebelumnya berkarier di Angkatan Darat. Posisi ini diembannya sejak 22 August 2013 lalu menggantikan Jenderal Mehmet Erten yang berasal dari Angkatan Udara.

Setelah lulus dari akademi militer, Ozel ditunjuk sebagai pemimpin peleton dan komandan kompi di berbagai unit Komando Angkatan Darat Turki sampai 1978. Setelah itu, dia diangkat menjadi Kepala Perencanaan Operasional di Markas Besar Pasukan Perdamaian Turki di Siprus, Kepala Cabang AD dan terakhir Komandan Resimen Infantri ke-17.

Pada 1995 dia dipromosikan menjadi Brigadir Jenderal dan memimpin Brigade Kavaleri ke-172 serta Kepala Departemen Operasi Keamanan Domestik. Pangkatnya kembali naik menjadi Mayor Jenderal pada 1999, dan ditunjuk sebagai komandan Divisi Infantri Mekanis ke-39.

Delapan tahun kemudian, dia dipromosikan menjadi Letnan Jenderal sekaligus Komandan Korps ke-7 Angkatan Darat Turki serta Deputi Komandan Pusat Pelatihan Komando dan Doktrin. Dia juga beberapa kali ditunjuk sebagai komandan di pelbagai angkatan tempur, hingga meraih jabatan tertinggi sebagai Komandan Angkatan Darat Turki.

Kemampuannya memimpin pasukan membuatnya dipercaya sebagai Panglima Angkatan Bersenjata oleh Erdogan.

Advertisement

Komandan Angkatan Darat

Posisi ini diisi oleh Salih Zeki Colak. Sejak menyelesaikan pendidikan militer, Salih mulai mengabdi di Angkatan Darat Turki dengan pangkat Letnan. Hingga 1988, dia memimpin berbagai jenis pasukan artileri hingga terakhir ditunjuk sebagai salah satu komandannya.

Setelah melalui perjalanan panjang sebagai pasukan, dia mulai menyandang pangkat tertinggi sebagai Brigadir Jenderal pada 2001, selang empat tahun dia diberi pangkat Mayor Jenderal dan kembali dipromosikan menjadi Letnan Jenderal empat tahun berikutnya.

Pada 2013, dia kembali dipromosikan menjadi Jenderal dan ditunjuk untuk memimpin Sekolah Pelatihan Komando dan Doktrin. Setahun berikutnya dia dipanggil untuk menduduki posisi penting di Mabes AD Turki dan ditunjuk sebagai Komandan Angkatan Darat Turki sejak 2015 lalu.

Advertisement

Komandan Angkatan Udara

Setelah lulus dari Sekolah Penerbangan sebagai pilot tempur pada 1975, Jenderal Akin Ozturk ditempatkan ke Pangkalan Utama Jet (MJB) ke-7 Malatya. Di tempat itu, dia menerbangkan F-100 dan F-4 hingga 1981 sebelum ditarik ke MJB ke-1 Eskisehir sebagai perwira skadron.

Pada 1989, dia ditarik ke MJB ke-4 dan menjadi pilot F-16. Dia bertugas sebagai Perwira Operasi Skadron 141 sampai 1991, dan setelah itu dia diangkat sebagai Komandan Skadron ke-141 selama dua tahun.

Pangkatnya dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal pada 2000 dan ditunjuk sebagai Kepala Departemen Pelatihan di Mabes AU Turki selama dua tahun dan Komandan MJB ke-9 sampai 2004. Selang empat tahun, dia kembali mendapatkan promosi menjadi Mayor Jenderal dan ditunjuk menjadi Komandan Suplai Udara dan Pusat Perawatan ke-2 selama dua tahun. serta sempat diangkat menjadi Kepala Intelijen AU pada 2008.

Promosi sebagai Jenderal didapatkannya pada 22 Agustus 2013. Sejak itu, dia diangkat sebagai Komandan Angkatan Udara Turki yang ke-30.

Komandan Angkatan Laut

Laksamana Bulent Bostanoglu merupakan Komandan Angkatan Laut ke-25. Sebelum meraih posisi tertinggi di AL Turki, dia telah menjalani berbagai medan tugas sebagai pelaut sejak 1975.

Dia pernah angkat jangkar bersama kapal patroli TCG Sultanhisar dan kapal perusak TCG Tinaztepe, TCG Berk dan TCG Adatepe.

Sejak 1983, dia ditunjuk untuk menjadi Perwira Perencanaan Pelatihan NATO di Mabes AL Turki sampai 1989. Bostanoglu selanjutnya mengabdi di atas kapal perusak TCG Savastepe, lalu memimpin kapal frigat TCG Muavenet selama hingga 1994.

Pangkatnya sebagai perwira tinggi diraihnya pada 2000, yakni Laksamana Pertama. Setelah sempat ditugasi di sebagai Markas Besar Angkatan Bersenjata, dia kembali mengomandoi kapal perang Turki sejak 2002 dan sempat menjabat sebagai komandan Gugus Tempur Selatan.

Pangkatnya kembali meningkat pada 2004 sebagai Laksamana Muda. Selama itu, dia memimpin berbagai posisi mulai dari Komandan Pendidikan Perang Laut Turki, hingga Kepala Staf Armada Laut hingga 2009. Setelah itu, pangkatnya baru dinaikkan kembali sebagai Laksamana Madya pada 2009.

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.