LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ini cara lumpuhkan ISIS tanpa serangan udara

Tak ada peluru ajaib bisa memusnahkan ISIS. Tapi masih ada banyak cara lain untuk melumpuhkan mereka.

2015-12-02 07:06:00
Ekstremis ISIS
Advertisement

Pada pertengahan 1990-an bom meledak di Paris, Prancis dan para militan ekstremis senior mulai berdatangan ke Inggris. Kini sudha 20 tahun berlalu dan kekerasan terorisme melibatkan para militan Islam bukannya berkurang tapi semakin parah.

Kini dunia menghadapi ancaman serangan teror dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Bagaimana cara mengatasi mereka? Jawabannya tentu sama rumitnya dengan fenomena militan Islam itu sendiri. Tak ada peluru ajaib bisa memusnahkan ISIS. Tapi masih ada banyak cara lain untuk melumpuhkan mereka.

Penulis kolom soal terorisme di koran the Guardian, Inggris, Jason Burke mengusulkan beberapa cara memusnahkan ISIS tanpa serangan udara. Cara-cara ini memiliki risiko korban sipil paling kecil tapi jitu. Berikut empat di antaranya:

Bunuh Sang Khalifah Abu Bakar al-Baghdadi

Al-Baghdadi yang memproklamirkan dirinya sebagai Sang Khalifah di Mosul menjadi target negara Barat dan pasukan anti-ISIS di wilayah Suriah dan Irak. Dia dilaporkan sudah beberapa mengalami luka serius akibat serangan. Pengeboman ke wilayah ISIS dengan pesawat-pesawat jet tempur tidak terlalu efektif membunuh Al-Baghdadi, ketimbang pesawat tanpa awak (drone).

Sejumlah kalangan menilai Baghdadi bisa saja digantikan. Kandidat lain memang bisa mengganti peran operasional ISIS dari Baghdadi tapi membunuh sang khalifah akan menjadi pukulan telak bagi ISIS. Mereka akan mudah terpecah-pecah karena tidak ada lagi pemimpin seperti Baghdadi.

Advertisement

Persempit wilayah ISIS, ketimbang serang sumber dana mereka

Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat lalu Rusia saat ini lebih memusatkan serangan terhadap kilang-kilang minyak ISIS. Meski cara ini dinilai bisa menyakiti ISIS namun masih belum bisa dikatakan efektif.

Penghasilan ISIS terbesar, seperti kebanyakan negara Teluk lainnya, adalah pembayaran pajak. Pajak yang diperoleh ISIS adalah jenis "pajak yang tak bisa ditolak'. Mereka menerapkan pajak dalam bisnis dan penyelundupan.

ISIS saat ini terus berusaha memperluas daerah kekuasaannya. Perluasan daerah membutuhkan uang sekaligus menghasilkan uang.

Advertisement

Lawan propaganda ISIS

ISIS dikenal memiliki divisi media yang menyebarkan segala propaganda mereka ke dunia maya. Sekali sesuatu ada di Internet maka akan sulit membendungnya. Propaganda mereka misalnya dibuat dengan cuplikan video yang kemudian beredar dan bisa dilihat anak-anak muda melalui layar ponsel mereka ketika mereka sedang berada di mana saja, di jalanan, di kafe, di kamar tidur.

Pesan propaganda ISIS tidak jauh dari janji-janji surga bagi para militan, Islam versus Barat atau Perang Salib, dan masa kejayaan awal Islam. Propaganda semacam ini mudah masuk ke kepala anak muda yang masih polos alias kurang pengetahuan agama dan sejarah. dari sinilah timbul radikalisasi.

Dana dan sumber daya kontraterorisme harus ditambah

Peristiwa Teror Paris 13 November lalu menjelaskan tentang gagalnya strategi kontraterorisme di Eropa. Para pelaku serangan di Paris ternyata sudah diketahui dan dikenali oleh pihak berwenang tapi mereka tetap gagal mencegahnya.

Oleh karena itu petugas keamanan harus ditambah. Pekan lalu terungkap, otoritas keamanan Belgia hanya mempunyai staf 600 orang. Dengan pengawasan 24 jam terhadap potensi serangan maka seorang staf harus mengawasi sekitar 30-40 orang. Ini tentu tidak mudah. Tapi merekrut atau menambah orang juga perlu waktu. Karena itu harus dibarengi dengan upaya deradikalisasi.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.