Ingin habisi milisi Kurdi, Turki minta pasukan AS mundur dari Manbij
Ingin habisi milisi Kurdi, Turki minta pasukan AS mundur dari Manbij. Turki kemarin meminta Amerika Serikat segera menarik mundur pasukannya di Manbij, sebelah utara Suriah, menyusul gempuran pasukan Turki terhadap milisi Kurdi, YPG.
Turki kemarin meminta Amerika Serikat segera menarik mundur pasukannya di Manbij, sebelah utara Suriah, menyusul gempuran pasukan Turki terhadap milisi Kurdi, YPG.
"Sangat perlu bagi mereka (AS) untuk menarik mundur dari Manbij," ujar Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, seperti dilansir laman Al Araby, Sabtu (27/1).
Beberapa jam sebelumnya Ankara mengklaim AS berjanji menyetop pasokan senjata bagi milisi YPG. Pada Jumat pagi, kata kantor kepresidenan Turki, Penasihat Keamanan Nasional AS HR McMaster mengatakan kepada juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin lewat telepon, mereka tidak akan memasok senjata kepada milisi YPG.
Turki mulai menggelar Operasi militer 'Ranting Zaitun' pada 20 Januari terhadap pasukan Kurdi, Tentara Perlindungan Rakyat (YPG) dengan dukungan pasukan oposisi Suriah, FSA. Militer Turki mengerahkan serangan udara dan pasukan darat ke wilayah Afrin, sebelah utara Suriah, yang menjadi kantong milisi Kurdi.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Jumat lalu mengumumkan pasukannya akan memperluas serangan ke Kota Manbij dan ke sepanjang perbatasan Irak.
Hubungan Ankara dan Washington belakangan menegang setelah AS menyatakan akan membentuk pasukan perbatasan di utara Suriah yang terdiri dari 30 ribu personel, di antaranya pasukan milisi Kurdi.
Turki merasa keamanannya terancam karena YPG selama ini dianggap sayap militer partai oposisi PKK di Turki.
(mdk/pan)