LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Indonesia telat mengutuk pembantaian di Suriah

Indonesia belum berencana mengusir diplomat Suriah seperti dilakukan pihak Barat.

2012-05-30 11:23:31
Konflik Suriah
Advertisement

Butuh lima hari bagi pemerintah Indonesia buat mengutuk pembantaian di Kota Houla, Provinsi Homs, Suriah. Padahal, kejadiannya Jumat pekan lalu.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa akhirnya mengeluarkan kecaman atas insiden menewaskan 116 orang, termasuk 32 anak, itu. Dia menegaskan pemerintah terus mengikuti perkembangan konflik bersenjata di Suriah.

"Kami tentu mengikuti seksama dan mengecam keras aksi pembantaian di Suriah akhir-akhir ini," kata Marty kepada wartawan sebelum mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat yang mengurusi bidang pertahanan dan luar negeri.

Masyarakat internasional langsung mengecam kebrutalan di Houla. Bahkan sejumlah negara sudah mengusir diplomat Suriah dari negara mereka. Langkah itu diambil oleh Australia, Prancis, Jerman, Spanyol, Inggris, Kanada, Bulgaria, dan Amerika Serikat. Ini sebagai protes atas makin melimpahnya warga sipil terbunuh.

Namun, Marty memastikan belum akan mengusir diplomat Suriah di Jakarta. Dia menyatakan pemerintah konsisten mendesak Presiden Basyar al-Assad agar menhentikan kekerasan terhadap warga sipil dan melakukan proses perubahan politik adil.

Sejak konflik antara pihak oposisi dan pemerintah Suriah meletup Maret tahun lalu, diperkirakan 11 ribu nyawa melayang, kebanyakan penduduk sipil.(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.