Indonesia ingin batas laut dengan Vietnam diperjelas
Indonesia ingin batas laut dengan Vietnam diperjelas. Kunjungan Sekretaris Jenderal Vietnam Nguyen Phu Trong ke Indonesia pada 22 sampai 24 Agustus menjadi momentum bagi Indonesia untuk melanjutkan perundingan tentang batas laut (Zona Ekonomi Eksklusif) kedua negara.
Kunjungan Sekretaris Jenderal Vietnam Nguyen Phu Trong ke Indonesia pada 22 sampai 24 Agustus menjadi momentum bagi Indonesia untuk melanjutkan perundingan tentang batas laut (Zona Ekonomi Eksklusif) kedua negara yang hingga saat ini belum menemui titik terang.
"Sejak 2010 kedua negara terus melakukan perundingan zee. Namun hingga saat ini belum ada kemajuan. Kunjungan ini tentu menjadi momentum bagi kita untuk mendorong percepatan penyelesaian zee sesuai dengan Konvensi Hukum Internasional 1982," kata Desra Percaya saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Senin (21/8).
Desra menjelaskan, penentuan batas zee antara kedua negara perlu dilakukan dengan segera sebab akan ada banyak kesempatan kerja sama yang terbuka lebar nantinya.
"Penyelesaian isu tersebut akan memberikan kesempatan bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas seperti penanganan ancaman non-tradisional dan pengembangan kerja sama di sektor perikanan," jelas Desra.
Kunjungan Sekjen Nguyen ke Indonesia adalah untuk memenuhi undangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kehadiran Sekjen Nguyen yang merupakan otoritas tertinggi sangat diharapkan oleh Presiden Jokowi.
Baca juga:
Sekjen Vietnam bakal temui Presiden Jokowi dan pimpinan DPR
Jokowi akan bertemu dengan Sekjen Partai Komunis Vietnam
Isu ideologi komunis dalam hubungan Indonesia-Vietnam
Istana: Apa kita enggak boleh berhubungan dengan negara komunis?