India Tuding Militer China Culik Lima Warganya
Hubungan China dan India terus memburuk sejak Juni, ketika 20 tentara India tewas dalam pertikaian di daerah perbatasan Ladakh.
Militer India mengirim pesan kepada angkatan bersenjata China atas laporan bahwa lima warga sipil India diculik di sebuah negara bagian di perbatasan pekan lalu.
Tuduhan yang menyatakan ada lima pria diculik oleh pasukan China itu pertama kali ditulis di media sosial pada 5 September oleh seorang anggota parlemen India dari Negara Bagian Arunachal Pradesh.
Kiren Rijiju, menteri negara bagian untuk urusan minoritas India, mengatakan jalur komunikasi khusus militer tersebut dirancang untuk membantu meredakan ketegangan perbatasan telah diaktifkan untuk mengirim pesan ke militer China.
Hubungan China dan India terus memburuk sejak Juni, ketika 20 tentara India tewas dalam pertikaian di daerah perbatasan Ladakh.
Pada Agustus, India menuduh China memprovokasi ketegangan militer di perbatasan dua kali dalam sepekan. Kedua tuduhan itu dibantah oleh China, yang mengatakan pertikaian perbatasan "sepenuhnya" adalah kesalahan India.
India menuduh Cina "mengumpulkan pasukan dalam jumlah besar, perilaku agresif dan upaya untuk mengubah status quo secara sepihak", seperti dikutip pada laman BBC News, Senin (7/9).
Sejauh ini, kedua negara hanya berperang satu kali, pada tahun 1962, ketika India menderita kekalahan yang memalukan.
Ada beberapa alasan mengapa ketegangan meningkat baru-baru ini - tetapi tujuannya adalah menyusun strategi untuk bersaing dan kedua belah pihak tersebut saling menyalahkan.
Menurut para ahli, jalan baru yang dibuat oleh India merupakan daerah paling terpencil dan rentan di sepanjang perbatasan di Ladakh. Jalan tersebut dapat meningkatkan kemampuan Delhi untuk memindahkan orang dan material dengan cepat jika terjadi konflik.
Analis mengatakan keputusan India untuk meningkatkan infrastruktur tampaknya telah membuat marah Beijing.
Reporter Magang: Farhan Hafizhan
(mdk/pan)