India kirim tentara buru penyelundup sapi karena nistakan agama
30 ribu tentara India dikerahkan menjaga perbatasan Bangladesh yang sering mencuri sapi.
Pemerintah India kini menambah personil militer di perbatasan dengan Bangladesh. Tugas 30 ribu tentara itu spesifik, menghalau para penyelundup sapi ke Bangladesh, yang penduduknya mayoritas muslim.
Times of India melaporkan, Sabtu (4/7), sapi-sapi itu akan disembelih sesampainya di Bangladesh. Padahal bagi penduduk India yang mayoritas Hindu, hewan ini diyakini sebagai tunggangan dewa, sehingga setiap ternak lembu di negara itu tidak boleh dijual.
Perintah pengamanan perbatasan ini dikeluarkan langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi. Pemimpin Partai Bharatiya Janata yang berhaluan konservatif itu meradang setelah tahu nilai penyelundupan sapi India ke Bangladesh mencapai USD 600 juta per tahun.
Itu setara ada dua juta sapi asal Negeri Sungai Gangga yang diseberangkan ke negara tetangganya. Penyelundupan ini terus terjadi selama 40 tahun terakhir.
"Perdana menteri ingin praktik ilegal ini diakhiri. Bahkan kalau perlu sampai warga Bangladesh tidak lagi tertarik makan daging sapi dari negara kami," kata Menteri Dalam negeri Rajnath Singh.
Dia pun menegaskan, penyembelihan sapi sampai kapanpun akan melukai perasaan umat Hindu di India. Rajnath berharap warga Bangladesh bisa memahami konsep iman tersebut, sehingga tidak mau lagi menerima daging selundupan dari negaranya.
"Membunuh maupun menyelundupkan sapi nilainya sama seperti merusak kuil umat Hindu," tandasnya.
(mdk/ard)