Imigran 'Spiderman' di Prancis akhirnya bekerja sebagai pemadam kebakaran
Imigran 'Spiderman' di Prancis akhirnya bekerja sebagai pemadam kebakaran. Gassama, 22 tahun, menarik perhatian internasional ketika dia memanjat empat lantai di bagian luar apartemen untuk menyelamatkan seorang anak laki-laki berusia empat tahun yang tergantung di balkon apartemen.
Imigran asal Mali bernama Mamoudou Gassama yang dijuluki "Spider-Man" setelah memanjat sebuah gedung apartemen di Paris untuk menyelamatkan seorang anak laki-laki yang tergantung-gantung di balkon akhir Mei lalu, mulai bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran di kota itu pekan ini. Demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (3/7).
Gassama, 22 tahun, menarik perhatian internasional ketika dia memanjat empat lantai di bagian luar apartemen untuk menyelamatkan seorang anak laki-laki berusia empat tahun yang keluar balkon dan tergantung-tergantung penuh bahaya di atas sebuah jalan.
Ketika itu VOA sempat mewawancarai Gassama, yang menggambarkan apa yang terjadi. Dia dan pacarnya baru saja memesan makanan ketika melihat kerumuman orang di luar.
Pria Mali selamatkan bocah di Prancis ©2018 straitstimes.com
"Sebelum kami mulai makan, saya melihat kerumunan di luar. Sejumlah orang menjerit, beberapa orang membunyikan klakson mobil. Saya keluar dan melihat seorang anak bergantung di lantai empat," ujarnya kepada VOA.
"Syukurlah saya dapat memanjat untuk menyelamatkannya. Ketika saya mulai memanjat, saya semakin berani untuk naik dan menyelamatkannya," kata Gassama menambahkan.
Setelah berhasil mencapai anak itu, dan polisi menarik mereka berdua ke dalam sebuah ruangan, "Saya mulai gemetaran dan tidak bisa berdiri. Saya sangat terguncang dengan apa saya lakukan," ujar Gassama.
Segera setelah video kepahlawanan Gassama viral di media sosial, dia diundang untuk bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee.
Macron menawarkan kewarganegaraan Prancis kepada imigran yang tidak berdokumen itu, menganugerahkannya medali emas untuk keberanian dan menawarkannya menjadi petugas pemadam kebakaran.
mamoudou gassama ©AFP/Francois Guillot
Gassama mengatakan kepada VOA dia meminta tolong pada pemimpin Prancis itu. "Saya mengatakan kepadanya saya meninggalkan Mali lewat Burkina Faso, Niger dan terus melalui Sahara. Kemudian saya tiba di Libya di mana saya menghabiskan beberapa lama untuk menemukan cara menuju ke Italia," ujarnya.
"Pertama kali saya mencoba naik perahu, saya ditangkap otoritas berwenang dan dipenjara, kemudian dideportasi ke Niger. Saya mencoba untuk kedua kalinya. Syukurlah saya berhasil mencapai Italia," kata Gassama lagi.
"Saya berdoa agar Tuhan membantu imigran-imigran lain dengan cara yang sama Dia membantu saya. Siapapun migran itu, saya berdoa agar mereka berhasil. Mereka yang berada di padang Sahara, semoga Tuhan membantu mereka melewatinya. Mereka yang berada di laut, semoga Tuhan membantu mereka agar selamat," ujar Gassama kepada VOA.
Macron, yang mendukung RUU untuk memperketat undang-undang imigrasi Prancis, mengatakan tidak ada kesenjangan antara menganugerahkan Gassama karena tindakan beraninya dengan sikap tegas pada imigrasi.
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
5 Negara ini punya hari libur paling lama di dunia
Negara-negara ini berlakukan wajib militer untuk usia muda
Jika robot gantikan tugas koki pembuat pizza
Kesangaran tentara penembak jitu Prancis kamuflase di rerumputan
2019, Garuda Indonesia bakal buka rute Jakarta-Prancis
Benda mencurigakan bikin geger Bandara Orly Paris