Imigran mengamuk di kereta pakai kapak, ditembak mati polisi Jerman
Pemuda 17 tahun itu ditembak mati setelah melukai lima penumpang di Kota Wuerzburg, Bavaria
Polisi Jerman menembak mati pemuda berusia 17 tahun yang menyerang penumpang kereta lokal Kota Wuerzburg memakai kapak serta pisau. Aksi pemuda imigran Afghanistan itu, pada Senin (18/7) malam waktu setempat menyebabkan empat orang luka serius, satu luka ringan.
Polisi masih mendalami motif serangan tersebut. Menteri Negara Bagian Bavaria, Joachim Herrmann, menuding aksi sang pemuda sebagai teror kelompok Islamis. "Sangat besar kemungkinan ini adalah serangan Islamis garis keras," kata juru bicara Herrmann seperti dilansir Channel News Asia.
Kereta itu menempuh rute Truchlingen menuju Wuerzburg. Beberapa saat sebelum tiba di stasiun Wuerzburg, lelaki muda ini mengeluarkan kapak, menyerang penumpang di sekitar tempat duduknya. Dilaporkan 14 orang sempat menjadi incaran si penyerang.
Pemuda itu lantas keluar dari gerbong setelah kereta sepenuhnya berhenti. Polisi yang mendapat laporan penyerangan senjata tajam itu melakukan pengejaran. Tersangka ditembak mati ketika terpojok di distrik dekat stasiun.
"Kami beruntung ada unit reaksi cepat kepolisian bersiaga di dekat stasiun untuk dimobilisasi mengejar pelaku," kata Herrmann.
Prasangka rasial maupun Islamofobia sedang meningkat di Jerman. Warga lokal mengalami ketakutan adanya risiko serangan teror seperti dialami di Kota Nice, Prancis pekan lalu.
Jerman menampung lebih dari 1,1 juta pencari suaka dari negara-negara yang dilanda perang di Timur Tengah, terutama Suriah.
(mdk/ard)