Ilmuwan Temukan Bahan Rahasia dalam Lukisan Terkenal Leonardo da Vinci
Dalam menghasilkan berbagai karya lukisan, para pelukis ternama dunia di abad ke-16, 17, atau awal abad ke-18 seperti Leonardo da Vinci, Sandro Botticelli, dan Rembrandt ternyata memakai sejumlah bahan rahasia.
Dalam menghasilkan berbagai karya lukisan, para pelukis ternama dunia di abad ke-16, 17, atau awal abad ke-18 seperti Leonardo da Vinci, Sandro Botticelli, dan Rembrandt ternyata memakai sejumlah bahan rahasia. Ini berdasarkan penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.
Para peneliti menemukan residu protein dalam lukisan minyak klasik para maestro dunia, meskipun reside ini sering dianggap berasal dari kontaminasi.
"Ada sangat sedikit sumber-sumber tertulis terkait hal ini dan tidak ada kerja ilmiah yang telah dilakukan untuk meneliti persoalan ini dengan cukup mendalam," jelas peneliti, Ophelie Ranquet dari Institut Teknik Proses Mekanik dan Mekanika di Institut Teknologi Karlsruhe di Jerman, dikutip dari CNN, Rabu (29/3).
Jejak residu protein yang ditemukan salah satunya dari kuning telur. Menurut peneliti, menambahkan sedikit kuning telur ke dalam cat bisa memberikan perubahan luar biasa dalam lukisan minyak.
Kuning telur ini bisa membuat lukisan minyak memiliki warna yang lebih kuat, transisi warna juga semakin halus, dan cat tidak cepat kering sehingga bisa digunakan sampai berhari-hari setelah disiapkan.
Kendati demikian, cat minyak, yang berasal dari minyak biji rami atau safflower sebagai pengganti air, juga memiliki kekurangan, antara lain lebih rentan terhadap penggelapan warna dan kerusakan akibat paparan cahaya.
Dalam penelitian itu, peneliti memproses ulang pencampuran cat menggunakan empat bahan; kuning telur, air yang telah direbus, minyak rami, dan pigmen.
"Penambahan kuning telur bermanfaat karena dapat menyesuaikan sifat-sifat cat ini dengan cara yang drastis," ujar Ranquet.
Pencampuran cat tersebut bisa membuat lukisan mengalami oksidasi lebih lama karena kandungan antioksidan dalam kuning telur.
Efek tidak ada tambahan kuning telur dalam lukisan bisa dilihat dalam lukisan "Madonna of the Carnation" karya da Vinci, salah satu lukisan yang diamati selama penelitian. Lukisan ini dipajang di Alte Pinakothek, Munich, Jerman, di mana lukisan ini menunjukkan kerutan yang jelas di wajah Maria dan anak dalam pangkuannya.
"Cat minyak mulai mengering dari permukaan ke bawah, itulah sebabnya ia berkerut," kata Ranquet.
Salah satu alasan kerutan mungkin karena jumlah pigmen yang tidak mencukupi pada cat, dan penelitian menunjukkan efek ini dapat dihindari dengan menambahkan kuning telur.
(mdk/pan)