Ilmuwan Israel temukan cara menunda kematian sel
Penemuan ini sangat bermanfaat untuk mencegah dan mengobati kanker.
Peneliti Israel menemukan sebuah DNA dapat menunda kematian sel. Ini bisa menjadi pendekatan baru untuk mengobati kanker.
Surat kabar Jewish Press melaporkan, Senin (16/7), temuan ini diprakarsai Chen Hener-Katz, mahasiswa pascasarjana Universitas Hebrew, Yerusalem.
Dia melibatkan dosennya, Profesor Assaf Friedler dan Profesor Atan Bruto dari Institut Weizmann. Penelitiannya ini diterbitkan dalam Jurnal Biologi Kimia berjudul Interaksi Molekul Dasar antara Protein Proapoptotic Truncated (tBID) BID dan Homologi Pembawa Mitokondria 2 (MTCH2) Protein.
Penemuan ini membuat tim peneliti mengembangkan teknik meniru apoptosis. Apoptosis merupakan sel mati terprogram dapat bertahan dari perkembangan sel abnormal seperti kanker. Menurut situs healthcanal.com, sel kanker biasanya menghindari proses mutasi gen jika ada kode protein tepat. "Karenanya tetap bertahan hidup sementara sel sehat justru mati," tulis situs itu.
Karena itu, interaksi antar protein perlu diungkap. Ini bisa menjawab kematian sel alami secara tidak wajar. "Segmen protein bisa menjadi dasar masa depan terapi anti kanker dengan pengaturan Apoptosis," situs itu menerangkan.
Dengan hasil penelitian ini, para dokter bisa mengatur produksi dan aktivitas sel penyebab kanker di otak pasien yang terkena gangguan parkinson atau radang otak.(mdk/fas)