Ilmuwan Ingin Selamatkan Dunia dengan Kurangi Sendawa Sapi
Puluhan anak sapi di sebuah peternakan penelitian di Selandia Baru diberi Kowbucha atau bubuk prebiotik yang bisa mengurangi sendawa yang bisa menyebabkan emisi gas metana.
Puluhan anak sapi di sebuah peternakan penelitian di Selandia Baru diberi Kowbucha atau bubuk prebiotik yang bisa mengurangi sendawa yang bisa menyebabkan emisi gas metana.
Bubuk Kowbucha dicampurkan ke susu yang diberikan kepada anak-anak sapi tersebut di peternakan Universitas Massey, Palmerston Utara.
Ini merupakan serangkaian dari uji coba yang dilakukan perusahaan susu besar Selandia Baru, Fonterra sejak 2021 untuk mengukur seberapa efektif probiotik bisa mengurangi emisi metana. Selandia Baru berkomitmen memangkas emisi metana biogenik sampai 47 persen pada 2050.
Ilmuwan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Fonterra, Shalome Basset mengatakan, percobaan awal menunjukkan anak sapi mengeluarkan metana hingga 20 persen lebih sedikit diberikan suplemen probiotik.
"Probiotik sangat baik karena bagian dari solusi alami," ujar Bassett kepada Reuters, dikutip Selasa (11/10).
Bassett mengatakan, probiotik ini juga mudah digunakan para peternak dan biayanya lebih murah.
"Dan kami harus memastikan ini bagus untuk sapi dan tidak memiliki efek ke susunya," ujarnya.
Hasil uji coba juga sangat menjanjikan dan jika hasilnya tidak ada perubahan, Fonterra berharap bisa menjual Kowbucha sachet pada 2024.
Pada Mei lalu, pemerintah Selandia Baru mengatakan akan menganggarkan 380 juta dolar Selandia Baru untuk penelitian selama empat tahun untuk mengatasi emisi agrikultur. Saat ini banyak penelitian soal emisi dari sektor agrikultur sedang berlangsung.
Baca juga:
Iklim Diamati dalam Waktu Lama, Berikut Penjelasannya
PBB Sebut Manusia Tak Bisa Lagi Tinggal di Sejumlah Wilayah Asia Afrika, Ini Sebabnya
Dua Aktivis Tempelkan Tangan ke Lukisan Picasso sebagai Bentuk Protes
Akibat Perubahan Iklim, Kaktus Raksasa di Gurun Sonora Mati
Kota Ini Jadi yang Pertama di Dunia Larang Iklan Daging
Sepertiga Wilayah Pakistan Terendam Banjir, Kerugian Lebih dari Rp148 triliun