Identitas wanita pelaku penembakan di YouTube terungkap
Identitas wanita pelaku penembakan di YouTube terungkap. Wanita pelaku penembakan itu sebelumnya pernah berujar perusahaan media sosial berbasis video itu melakukan tindak diskriminasi kepadanya.
Pelaku penembakan di kantor pusat YouTube, San Bruno, Amerika Serikat akhirnya terungkap. Wanita pelaku penembakan itu sebelumnya pernah berujar perusahaan media sosial berbasis video itu melakukan tindak diskriminasi kepadanya.
Media lokal, mengutip sumber polisi, telah mengidentifikasi identitas pelaku sebagai Nasim Aghdam (39), dari kawasan selatan negara bagian California.
Dilansir dari News.com.au, Rabu (4/4), Aghdam pernah mengunggah sebuah video di YouTube pada Januari 2017, mengatakan situs berbagi video di bawah naungan Google tersebut menyaring dengan sepihak konten di akun pribadinya. Hal itu, dianggapnya sebagai sebuah tindak diskriminasi.
Aghdam menuduh hal itu sebagai penyebab di balik menurunnya jumlah tayang video-video di akun YouTube miliknya.
Pada Februari, Aghdam sempat meluapkan amarahnya dalam sebuah video.
Insiden penembakan yang dilakukan oleh Aghdam, disebut memuntahkan sebanyak 40 peluru, sebelum akhirnya dia bunuh diri.
Penembakan itu menyebabkan kepanikan dan kekacauan di sekitar kawasan San Bruno Para pegawai YouTube berlari ketakutan berusaha menyelamatkan diri.
Menurut stasiun televisi ABC7, Aghdam menulis di situs webnya, "Sadarilah! Kediktatoran ada di semua negara, tetapi dengan taktik yang berbeda!"
"Mereka menghancurkan nilai-nilai kekeluargaan, mempromosikan materialisme, dan degenerasi seksual atas nama popularitas, serta mengubah orang seolah menjadi robot yang terprogram," tambah Aghdam.
Dia kemudian mengutip pernyataan Hitler: "Buatlah kebohongan besar, namun tetap sederhana. Terus katakan hal tersebut, hingga akhirnya mereka akan percaya."
Adapun sisa pernyataan di video tersebut berisi kritik pedas untuk YouTube.
"Tidak ada kebebasan berbicara di dunia nyata, dan Anda akan ditekan karena mengatakan kebenaran yang tidak didukung oleh sistem. Ketika video Anda tidak mereka suka, maka tidak akan ada orang yang bisa menontonnya," lanjut Aghdam.
Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ketika diskriminasi Youtube diduga picu kekerasan senjata
Usai melukai 3 orang, tersangka penembakan di markas Youtube akhiri hidupnya
Pelaku tewas dan 4 orang luka pada tragedi penembakan di markas YouTube
Videonya tak laku, jadi alasan youtuber ini tembaki kantor Youtube
Wanita bersenjata tembaki staf di kantor Youtube San Francisco