Hillary sebut Trump adalah pendukung Perang Irak
Menurut Trump, tudingan tersebut adalah fakta yang dibelokkan oleh media.
Debat calon presiden Amerika Serikat pertama dihelat dengan panas di Universitas Hofstra di Hempstead, New York, pada Senin (26/9) pukul 21.00 waktu setempat. Sejumlah pertanyaan dari sang moderator Lester Holt dari NBC News digulirkan.
Timur Tengah menjadi 'bola panas' bagi kedua capres, Hillary Clinton asal Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik. Salah satu bahasan Timur Tengah adalah Perang Irak.
Seperti dikutip dari laman CNBC, hari ini, Hillary menyebut bahwa sang rival adalah salah seorang pendukung perang tersebut. Tidak terima, Trump langsung menjawab bahwa tudingan tersebut adalah tidak benar.
"Media telah menyebarkan kebohongan akan hal itu," kata Trump.
Menurutnya, dia adalah seorang yang menentang akan perang itu. Trump justru balik menyebut Hillary lah yang sebenarnya mendukung perang tersebut, mengingat posisinya saat itu sebagai anggota dari senat Amerika Serikat.
Terlepas dari Perang Irak, Negara Islam Irak Suriah (ISIS) menjadi 'senjata' Trump berbalik menyerang Hillary. Trump mengatakan bahwa Hillary sebenarnya telah gagal menyelesaikan ISIS bahkan sebelum mereka menyeruak ke publik usai dimulainya perang sipil di Suriah tahun 2011.
"Clinton sebenarnya sudah mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan kelompok teroris tersebut, sayangnya dia gagal," pungkas Trump.
Baca juga:
Duel sengit Hillary dan Trump di panggung debat capres
Clinton: Trump samakan perempuan seperti binatang
Hillary dan Trump saling tuding masalah Timur Tengah dan ekonomi AS
Clinton dan Trump sepakat hubungan rakyat dan polisi harus mesra
Saat Donald Trump buat nilai tukar Meksiko terjun bebas
Trump tak yakin Rusia dibalik serangan siber AS