Hamas desak warga Palestina angkat senjata lawan status Kota Yerusalem
Hamas mengajak seluruh penduduk Palestina angkat senjata.
Langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel membangkitkan amarah organisasi perjuangan dan partai politik Palestina, Hamas. Hamas menentang keputusan itu dan mengajak seluruh rakyat Palestina angkat senjata buat mempertahankan kota suci itu.
"Kami mengajak semua warga Palestina menggelar intifada dan menghadapi musuh Zionis," kata pemimpin Hamas, Ismail Haniyah, di Jalur Gaza, dilansir dari laman Reuters, Jumat (7/12).
Sedangkan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyatakan sangat senang dengan sikap Trump soal Yerusalem. Dia pun mengklaim kalau negara-negara lain yang memiliki hubungan diplomatik dengan mereka bakal mengikuti langkah AS.
"Saya yakin kalau AS memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem, maka negara lain pun akan ikut. Saya mengontak sejumlah kepala negara dan mereka kebanyakan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," kata Netanyahu.
Baca juga:
Sepinya Yerusalem setelah diakui Trump sebagai ibu kota Israel
Republik Ceko dukung AS akui Yerusalem sebagai ibu kota Israel
Khawatir dampak pengumuman Trump, Kedubes AS di Jakarta imbau warganya untuk waspada
Paloh harap Dewan Keamanan PBB dapat hentikan sikap Trump soal Yerusalem
MUI sebut sikap Trump memantik kemarahan umat Islam di dunia