Hamas dan Fatah berdamai, bakal bentuk pemerintahan bersama di Gaza
Hamas dan Fatah berdamai, bakal bentuk pemerintahan bersama di Gaza. Hamas dan Fatah selama tiga hari ini menggelar pertemuan intensif di Kairo untuk membahas kesepakatan damai setelah berselisih selama satu dekade. Sejak 2007, Fatah lebih dominan menguasai Tepi Barat dan Hamas menguasai Jalur Gaza.
Pemimpin Hamas Ismail Haniyah hari ini mengumumkan kelompoknya sudah mencapai kata damai dengan Fatah, partai pengusung Presiden Palestina Mahmud Abbas.
"Ismail Haniyah, pemimpin Hamas, mengumumkan Hamas dan Fatah sudah mencapai kesepakatan damai di Kairo atas prakarsa Mesir," ujar Tahir al-Nonou, ajudan Haniyah dalam pesan pendek kepada para wartawan, seperti dilansir laman Xinhua, Kamis (12/10).
Hamas dan Fatah selama tiga hari ini menggelar pertemuan intensif di Kairo untuk membahas kesepakatan damai setelah berselisih selama satu dekade.
Sejak 2007, Fatah lebih dominan menguasai Tepi Barat dan Hamas menguasai Jalur Gaza.
Seorang pejabat Fatah mengatakan Mahmud Abbas kini berencana mengunjungi Jalur Gaza dalam sebulan ke depan sebagai bentuk dukungan kesepakatan damai di antara dua faksi Palestina itu.
Kementerian Informasi Mesir menyatakan Hamas dan Fatah hari ini juga sepakat akan membentuk pemerintahan bersama dalam mengelola Jalur Gaza pada 1 Desember nanti.
Baca juga:
Hamas dirongrong kelompok ekstremis baru di Jalur Gaza
PM Palestina rapat kabinet di Jalur Gaza demi rekonsiliasi Fatah-Hamas
Buat kesekian kalinya Hamas ingin berdamai dengan Fatah
Israel enggan mengakui perdamaian Fatah-Hamas