Guangzhou China Tes 18 Juta Warga dalam Tiga Hari untuk Cegah Wabah Terbaru Covid-19
Kota Guangzhou, di China selatan dan kota-kota terdekat lainnya melakukan tes massal Covid-19 untuk menghentikan penyebaran wabah terbaru.
Kota Guangzhou, di China selatan dan kota-kota terdekat lainnya melakukan tes massal Covid-19 untuk menghentikan penyebaran wabah terbaru.
Kota metropolis itu dalam siaga tinggi sejak akhir Mei setelah kasus pertama infeksi lokal tahun ini ditemukan. Kasus pertama ini menginfeksi perempuan lansia 74 tahun yang tinggal di distrik urban Liwan.
Berbicara dalam konferensi pers pada Senin, juru bicara Komisi Kesehatan Guangzhou, Chen Bin, menyampaikan kota tersebut telah melakukan lebih dari 18 juta tes dalam tiga hari terakhir. Pada Minggu, tes menemukan empat kasus baru, termasuk satu pasien tanpa gejala.
“Saya mendesak siapapun yang berada di area risiko tinggi dan sedang, atau yang telah bertemu pasien terinfeksi dan kontak terdekat mereka untuk segera datang dan dites segera,” jelasnya, dikutip dari South China Morning Post, Selasa (8/6).
Guangdong memiliki populasi 120 juta jiwa dan Guangzhou merupakan rumah bagi 18 juta penduduk tapi tes tidak batasi hanya untuk penduduk setempat.
Kota-kota tetangga seperti Foshan dan Maoming juga melaksanakan tes massal untuk mendeteksi kasus Covid-19, khususnya kasus tanpa gejala atau pasien senyap (silent carriers). Kota Zhongshan di selatan Guangzhou juga melakukan tes massal walaupun tidak ada laporan kasus infeksi baru.
Zheng Xia (57) yang tinggal di pinggiran kota distrik Conghua, Guangzhou, melakukan tes asam nukleat pada Minggu bersama keluarganya.
“Kami ingin melakukan tes, tidak hanya bekerja sama dengan pemerintah, tapi juga demi keselamatan dan kesehatan kami. Tes membuat kami lebih aman dan gratis dan antreannya tidak panjang,” jelasnya.
Provinsi Guangdong, termasuk Shenzhen, sejauh ini telah melaporkan 126 kasus Covid-19 lokal dalam wabah terbaru dan sebagian besar dapat ditelusuri ke seorang perempuan di distrik Liwan yang ditemukan terinfeksi virus corona varian India, varian yang sekarang dinamai Delta oleh WHO.
Selain kasus lokal, provinsi ini juga melaporkan 13 kasus impor, termasuk 10 kasus tanpa gejala.
Empat kasus baru yang dilaporkan di Guangzhou pada Minggu semua berada di distrik Liwan, wilayah yang paling parah terkena wabah pada tahap pertama wabah dimulai. Untuk menghentikan penyebaran, lockdown ketat diberlakukan di beberapa area di distrik Liwan, di mana warga diminta tetap di rumah untuk karantina dan dilarang berkumpul.
Sementara itu Nansha, kawasan pelabuhan utama di Guangzhou, diklasifikasikan sebagai kawasan risiko sedang setelah klaster keluarga terkonfirmasi.
(mdk/pan)