Garda revolusi masuk daftar teroris AS, ini jawaban Iran
Garda revolusi masuk daftar teroris AS, ini jawaban Iran. Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi mengaku belum mendengar kabar tersebut. Meski mengaku belum mendengar hal tersebut, namun Valiollah Mohammadi menyebut akan mengambil sikap bila hal tersebut memang benar adanya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat daftar teroris dari berbagai negara. Salah satu masuk daftar tersebut adalah Garda Revolusi Iran.
Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi mengaku belum mendengar kabar tersebut. Meski mengaku belum mendengar hal tersebut, namun Valiollah Mohammadi menyebut akan mengambil sikap bila hal tersebut memang benar adanya.
"Jika memang itu (Garda Revolusi masuk daftar teroris AS) jadi kenyataan, tentu kami akan mengambil sikap," ujar Valiollah saat ditemui di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/2).
Valiollah mengatakan, Garda Revolusi merupakan bagian dari angkatan bersenjata sebuah negara. Karenanya dia sedikit menertawakan keputusan tersebut.
Menurut Valiollah, angkatan bersenjata sebuah negara tidak bisa dikategorikan sebagai teroris. "Bagaimana bisa angkatan bersenjata sebuah negara disebut teroris?" serunya sambil tertawa.
Pejabat senior pertahanan dan intelejen AS mengatakan, Gedung Putih sudah mengajukan dokumen bahwa Tentara Revolusi Iran sebagai organisasi teroris luar negeri. Hal tersebut dikatakan berbahaya bagi tentara AS yang bertugas di Irak dan membantu perang melawan kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Karenanya, pemerintah AS akan mengeluarkan sanksi baru untuk negara ini.
Intelijen pertahanan mengungkapkan kekhawatiran tingkat tinggi AS selama beberapa hari terakhir. Termasuk di dalamnya, persiapan Gedung Putih membuat perintah eksekutif yang berurusan dengan kedua Korps Garda Revolusi Islam Iran dan Ikhwanul Muslimin.
Baca juga:
Ini bentuk pembalasan Iran saat warganya dilarang masuk AS
Deretan model bergaun seksi di amfAR New York Gala 2017
Wanita ini cabuli bocah 4 tahun dan disiarkan langsung di internet
Ini pandangan Donald Trump dan anak buahnya soal Islam
Canggihnya cermin pintar Oak Fitting Room
Kebijakan ke AS tanpa visa bagi paspor Asia ternyata hoax
Hoax, Donald Trump bebaskan visa bagi pemegang paspor Asia