LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ganja pun kini dipalsukan oleh China

Peredaran ganja sintetis di kalangan pelajar bikin pusing otoritas Amerika. Benda ini rumput diberi bahan kimia

2015-08-16 11:19:45
China
Advertisement

Kepolisian Amerika Serikat kini sedang dipusingkan penyebaran ganja sintetis. Mariyuana palsu itu mayoritas diimpor secara ilegal dari China.

Kepala Badan Narkotika Nasional AS (DEA), Chuck Rosenberg, mengatakan beredarnya ganja sintetis sangat mengkhawatirkan karena pertumbuhannya sangat masif. "Kami tiba-tiba melihat barang ini ada di hampir semua negara bagian," ujarnya seperti dilansir NPR, Minggu (16/8).

DEA mengatakan ganja sintetis berbahaya karena kandungan bahan kimia tambahannya berbeda-beda. Pembeli bisa mengonsumsi mariyuana oplosan dengan dosis kimia fatal walau barang terlihat sama.

Advertisement

Setidaknya kasus temuan 5.200 ganja palsu telah ditangani DEA. Di Negeri Paman Sam, mariyuana palsu ini memicu banyak kasus overdosis yang memicu kematian. Penggunanya rata-rata anak SMA. Kalangan pecandu memberi julukan berbeda-beda terhadap ganja sintetis tersebut, misalnya Scooby Snax, Bizarro, atau Stoopid.

"Anda dan saya bisa membeli paket yang sama, tapi efeknya ke tubuh pengguna berbeda-beda," kata Chuck.

Advertisement

Ganja sintetis sama sekali bukan dari tanaman cannabis, melainkan rumput yang disemprot belasan bahan kimia. Di permukaan terlihat seperti ganja kering. "Efeknya bukan seperti ganja, melainkan lebih mendekati heroin karena sangat mudah membuat orang menjadi pecandu," kata penyidik DEA, Marilyn Huestis.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.