Gadis Nigeria Korban Penculikan Boko Haram Akhirnya Bebas Setelah Tujuh Tahun
Pada April 2014, hampir 300 siswi berusia antara 12 sampai 17 tahun, diculik Boko Haram dari Chibok, timur laut Nigeria. Penculikan ini mendapat perhatian internasional dan kampanye pembebasan mereka disuarakan melalui tagar #BringBackOurGirls.
Akhirnya, seorang gadis yang diculik militan Boko Haram dari sebuah sekolah lebih dari tujuh tahun lalu bebas dan berkumpul kembali bersama keluarganya. Kabar bahagia ini disampaikan gubernur negara bagian asal gadis tersebut.
Pada April 2014, hampir 300 siswi berusia antara 12 sampai 17 tahun, diculik Boko Haram dari Chibok, timur laut Nigeria. Penculikan ini mendapat perhatian internasional dan kampanye pembebasan mereka disuarakan melalui tagar #BringBackOurGirls.
Sebanyak 270 gadis diculik oleh kelompok ekstremis tersebut, tapi 82 korban dibebaskan pada 2017 setelah mediasi, beserta 24 orang yang dibebaskan atau ditemukan. Beberapa korban lainnya melarikan diri atau diselamatkan, tapi sekitar 113 korban diyakini masih ditawan kelompok militan tersebut.
Gubernur Negara Bagian Borno, Babagana Umara Zulum menyampaikan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, Ruth Ngladar Pogu menyerah kepada militer bulan lalu bersama seseorang yang dia sebut telah dia nikahi.
“Saya sangat gembira sebagai Gubernur Borno dan ayah semua putra dan putri negara bagian ini, dan juga sebagai seorang ayah dari beberapa anak putri,” jelasnya, dilansir South China Morning Post, Minggu (8/8).
“Saya tahu perasaan keluarga dari mereka yang masih disandera tapi kita harus tetap berharap khususnya dengan perkembangan hari ini,” lanjutnya.
Kantor gubernur menyampaikan, gadis itu menyerah kepada militer pada 28 Juli. Namun para pejabat belum mengumumkan perkembangan sebelumnya untuk memberi mereka waktu untuk menghubungi orang tua gadis itu dan keluarga Chibok lainnya.
Gadis yang dibebaskan itu akan menerima perawatan psikologis dan medis sebagai bagian dari program rehabilitasi pemerintah.
Ribuan korban sejak Desember
Pasukan bersenjata Nigeria masih berjuang untuk mengakhiri pemberontakan jihadis selama 12 tahun di timur laut negara itu, konflik yang telah menewaskan 40.000 orang dan membuat lebih dari 2 juta orang mengungsi.
Penculikan massal di Nigeria kembali menjadi berita utama internasional tahun ini karena geng kriminal bersenjata berat telah menargetkan sekolah dan perguruan tinggi untuk menculik siswa demi mendapatkan uang tebusan.
Hampir 1.000 murid telah diculik dalam penculikan massal sejak Desember, sebagian besar di negara bagian barat laut dan tengah negara itu. Sebagian besar telah dibebaskan tetapi beberapa masih ditahan.
Dalam serangan terakhir bulan lalu, para bandit menculik siswa sebuah sekolah asrama di negara bagian Kaduna, penculikan sekolah massal ke-10 sejak Desember di Nigeria utara. Kaduna mencata lebih dari 1.000 menjadi korban penculikan.
(mdk/pan)