Foto siswa Brasil mainkan drama penyaliban Yesus picu kemarahan
Kemarahan muncul setelah foto itu muncul di Internet yang memperlihatkan seorang anak laki-laki berperan sebagai Yesus.
Sebuah gambar memperlihatkan sekumpulan anak-anak bermain drama penyaliban Yesus Kristus di sebuah sekolah tidak diidentifikasi di Brasil untuk perayaan Pekan Suci lengkap dengan luka palsu dan sebuah mahkota berduri telah tersebar di Internet.
Sambil memakai sebuah kain di bagian pinggang dan jenggot palsu, seorang bocah laki-laki bertindak sebagai Yesus terlihat menempatkan kedua tangannya di atas lehernya, menandakan jam-jam terakhir penyiksaan Kristus di atas kayu salib, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (16/4).
Bercak darah di bagian tubuh bocah itu seakan menandakan darah bekas cambukan dari tentara bangsa Romawi, yang dimainkan oleh dua anak laki-laki lengkap dengan helm berbulu. Untuk lebih merefleksikan kisah penyaliban Yesus, kedua bocah berperan sebagai tentara Romawi itu juga memberikan cuka palsu dan berpura-pura menusuk lambung bocah berperan sebagai Yesus tadi untuk memastikan sang Kristus telah meninggal pada puncak permainan.
Di depan para bocah laki-laki itu terlihat dua anak perempuan yang berperan sebagai ibu Yesus, Maria, dan pengikutnya, Maria Magdalena, yang menurut Alkitab menyaksikan kematian Yesus di Bukit Golgota.
Gambar itu telah diunggah dan disukai oleh sekitar 230.000 pengguna Facebook. Namun, reaksi terhadap foto itu tampak bervariasi dari satu negara ke negara lainnya.
Mereka yang berkomentar menulis baik dalam bahasa Inggris atau Portugis, dan menyatakan ketidaksukaan mereka dengan gambaran diperlihatkan di foto itu, di mana banyak dari mereka tampaknya mengecam tindakan memperlihatkan anak-anak memainkan adegan keagamaan.
Satu penggguna telah mengunggah komentar, 'Tampaknya tidak ada tanda-tanda kecerdasan dalam menanggapi gambar ini'.
Sementara pengguna lainnya telah membuat penegasan peristiwa penyaliban dan kematian Yesus Kristus serta pesannya mungkin sulit untuk dipahami oleh anak-anak.
Pengguna lainnya mengklaim dengan mengekspos anak-anak dalam cerita itu berarti sama saja dengan sebuah manipulasi, meskipun Brasil mendapat predikat sebagai negara dengan banyak warganya menganut agama Katolik di dunia.
Namun, banyak juga pengguna Facebook memuji gambar itu. Banyak dari mereka membela hak dari sekolah dan anak-anak yang menyelenggarakan drama itu untuk menggambarkan adegan peristiwa penyaliban Yesus.
Seorang perempuan, Carlos Ferreira, menyebut mereka yang mengkritik gambar itu sebagai hal konyol. Dia menekankan pentingnya anak-anak muda mempelajari makna Paskah dan cerita tentang Kristus.
(mdk/fas)