Foto bugil ratusan marinir perempuan AS beredar di media sosial
Foto bugil ratusan marinir perempuan AS beredar di media sosial. Korps Marinir Amerika Serikat kini tengah menyelidiki tuduhan dari para veteran yang mengatakan sejumlah foto bugil anggota marinir perempuan beredar di media sosial. Kasus ini diduga melibatkan ratusan anggota marinir AS yang saling membagikan foto bugil
Korps Marinir Amerika Serikat kini tengah menyelidiki tuduhan dari para veteran yang mengatakan sejumlah foto bugil anggota marinir perempuan beredar di media sosial.
Harian Marine Corps Times kemarin melaporkan, kasus ini diduga melibatkan ratusan anggota marinir AS yang saling membagikan foto bugil itu.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh situs berita veteran marinir Sabtu lalu, Reveal News, seperti dilansir USA Today, Senin (6/3).
Juru bicara Korps Marinir Mayor Clark Carpenter membenarkan instansinya kini tengah menyelidiki kasus ini.
Foto-foto bugil itu diduga dibagikan secara luas melalui Facebook di sebuah halaman grup bernama Marines United yang memiliki sekitar 30 ribu anggota, kebanyakan masih aktif bertugas.
Surat kabar the Washington Post mengabarkan, seorang mantan marinir yang kini bekerja sebagai kontraktor pertahanan pernah membagikan sebuah tautan berisi foto-foto bugil itu, termasuk keterangan nama dan unit tugas para perempuan telanjang itu.
Anggota marinir perempuan bernama Marisa Woytek mengatakan kepada Washington Post, sejumlah foto dirinya diambil dari akun Instagram tanpa seizin dia dan dipajang di Marines United dalam enam bulan terakhir.
"Dilecehkan secara seksual di Internet membuat nama baik Korps Marinir rusak di mata saya," kata dia.
Menurut Woytek, banyak rekan marinir perempuan mengalami hal yang dia rasakan tapi takut untuk bersuara karena khawatir akan pembalasan dari anggota yang lain.
"Korps Marinir sangat prihatin atas tuduhan terkait komentar dan foto-foto cabul yang disebar di situs tertutup. Perilaku ini menghancurkan moral, merusak kepercayaan, dan merendahkan martabat individu. Korps Marinir tidak memaafkan perbuatan semacam ini yang telah merusak nilai-nilai pokok instansi," demikian pernyataan dari Korps Marinir AS.
(mdk/pan)