Fosil 7,2 Juta Tahun Ungkap Nenek Moyang Manusia Muncul di Eropa, Bukan Afrika
Pada 2012, tulang rahang purba ini diyakini milik pra-manusia tertua di dunia yang hidup 7,2 juta tahun lalu. Fosil ini diyakini milik kera Graecopithecus freybergi.
Sebuah analisis baru terhadap dua fosil berusia 7,2 juta taun mengungkap umat manusia muncul di Eropa, bukan Afrika.
Penemuan ini kemudian menentang teori "Out of Africa".
Fosil ini dijuluki "El Graeco" dari Eropa Mediterania. Hanya bagian rahang gigi yang ditemukan dari fosil pra-manusia ini.
Dilansir laman Ancient Origins, rahang kuno bergigi ini ditemukan pada 1994 di Pyrgos Vassilissis, Yunani. Penemuannya tidak begitu diperhatikan pada masa itu karena adanya Perang Dunia II di Yunani.
Akan tetapi, pada 2012, tulang rahang purba ini diyakini milik pra-manusia tertua di dunia yang hidup 7,2 juta tahun lalu. Fosil ini diyakini milik kera Graecopithecus freybergi.
Ciri khas manusia modern
Ahli menganalisis fosil rahang ini menggunakan tomografi komputer dan rekonstruksi 3D akar dan struktur internal gigi fosil. Hasilnya, ciri khas nenek moyang awal dapat diketahui.
Direktur penelitian ini, Madelaine Böhme, megatakan El Graeco berkembang dari mirip primata menjadi mirip manusia modern.
"Sedangkan kera besar biasanya memiliki dua atau tiga akar (gigi) yang terpisah dan bercabang, Akar Graecopithecus menyatu dan sebagian menyatu - fitur yang menjadi ciri khas manusia modern, manusia purba, dan beberapa pra-manusia termasuk Ardipithecus dan Australopithecus," ujar Böhme.
Genus Homo, dari kiri ke kanan: H. habilis, H. ergaster, H. erectus; H. antecessor - pria, wanita, H. heidelbergensis; H. neanderthalensis - wanita, pria, H. sapiens sapiens. ©Public Domain
Migrasi dari Eropa ke Afrika
Penulis studi ini, Nikolai Spassov, mengatakan dalam pernyataan jika fosil ini berusia lebih tua dari potensi pra-manusia sebelumnya yang berasal dari Afrika.
"El Graeco adalah hominin potensial tertua yang diketahui. Dia beberapa ratus ribu tahun lebih tua dari potensi pra-manusia tertua dari Afrika: Sahelanthropus berusia 607 juta tahun dari Chad," ujar Spassov.
Teori "Out of Africa" menjadi teori dominan selama beberapa dekade. Teori ini menjelaskan tentang setiap manusia yang hidup adalah keturunan dari kelompok kecil di Afrika, sebelum menyebar ke dunia yang lebih luas.
Namun, melihat penemuan fosil rahang tertua ini, ahli berpendapat mungkin manusia berasal dari Mediterania Timur, bukan Afrika. Selain itu, ada kemungkinan keturunan pra-manusia ini bermigrasi dari Eropa ke Afrika.
Reporter magang: Yobel Nathania
(mdk/pan)