Forum Demokrasi Bali VIII dihadiri 58 negara
Forum digelar untuk kali ke-8 itu dihelat selepas pilkada serentak. Topik utama membahas efisiensi pemerintah
Forum Demokrasi Bali (BDF) yang ke-8 dan akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, nantinya dihelat sehari setelah pemilihan kepala daerah se-Indonesia. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir adanya pilkada tentunya akan menambah daya tarik Indonesia sebagai negara yang menjalankan sistem politik demokrasi.
Pria akrab dipanggil Tata ini mengungkapkan, sebanyak 127 negara telah diundang untuk menghadiri acara ini.
"Sampai sekarang kita sudah konfirmasi 61 peserta. 58 negara peserta, tiga lainnya pemantau internasional," kata pria berkacamata tersebut, saat ditemui di Kompleks Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta, Kamis (3/12).
Sementara itu, Direktur Informasi dan Publikasi Kemlu Ali Busyra mengatakan BDF akan dihadiri menteri dari enam negara, wakil menteri dari 10 negara, serta setingkat pejabat seperti duta besar negara yang bersangkutan yang ada di Indonesia. Sementara itu, untuk negara yang sudah konfirmasi masih belum diungkapkan ke publik.
Pertemuan tingkat menteri ini bertujuan untuk saling berbagi pemahaman dan membangun demokrasi di kawasan. Juga untuk mendorong demokrasi antar negara.
Menlu Retno L. P. Marsudi dijadwalkan akan membuka acara yang dilaksanakan dari 10-11 Desember mendatang. Disebutkan ada tiga panel yang terdiri dari Indonesia, Sudan, India, Iran, China, dan Filipina.