Fidel Castro, dibenci Amerika, dicintai rakyatnya
Musuh nomor satu Negara Adi Daya melarang dollar Amerika beredar di Kuba. Ini membuat ekonomi malah stabil.
Fidel Castro, mantan presiden Kuba ini musuh nomor satu Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Saking membenci Negara Adidaya itu, Castro menghabiskan waktu 4 jam 29 menit pada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB) 1960, hanya untuk memaki Amerika dan ini pidato terlama dalam sejarah MU PBB.
Hari ini pada 2006, Castro melarang mata uang Dollar Amerika beredar di negaranya dan juga untuk tujuan transaksi apapun. Genap enam tahun Kuba tidak lagi memakai mata uang itu. Dilansir dari ABC News, awalnya negara itu sedikit kerepotan sebab penggunaan dollar di industri perdagangan sudah sangat menyebar. Namun rakyat Kuba akhirnya terbiasa. Mereka tak lagi gagap menggunakan Peso sebagai mata uang sah. Bahkan nilainya menjadi stabil. Persoalan ekonomi sudah lama dirasakan warga namun kepercayaan teguh pada pemerintah membuat mereka yakin tidak pernah kekurangan.
Castro mengaku sangat berterima kasih pada rakyatnya telah menjadi pendukung setia, meski ada sebagian kecil berseberangan, tapi ini sudah bukan lagi persoalan besar. Warga Kuba telah hidup lama dalam penderitaan, konflik, kemiskinan, ini membuat mereka kuat.
Lalu apa kabar Castro hari ini?
Lepas tiga Tahun lalu, Castro masih aktif berpolitik dari balik panggung, membuat opini dimuat di harian lokal di Kuba, dan mengecam pidato Barack Hussein Obama. Menurut dia, Amerika banyak melakukan kebohongan dalam kebijakan politiknya. Castro juga mendukung upaya Palestina untuk masuk dalam PBB dan diakui menjadi negara berdaulat.
Setelahnya dia menghilang cukup lama. Baru-baru ini sebuah harian setempat ribut memberitakan dia sekarat, terkena stroke tingkat akut. Diberitakan demikian menyerang balik rumor mengatakan dirinya sedang sekarat. Pernyataan Castro itu bukan tanpa alasan, sebab dia terlihat jauh dari kesan menderita dalam sebuah foto baru-baru ini.
Dua kerabat dekatnya juga membantah dia dalam kondisi sekarat. Saudari Castro, Juanita Castro, mengatakan pada Associated Press di Kota Miami, Negara Bagian Florida, Amerika, laporan mengenai kondisi abangnya itu sekarat sepenuhnya sebuah gosip dan tidak masuk akal.
Meski telah mundur dari tampuk kekuasaan tiga tahun lalu dan digantikan dengan sang adik, Raul, Castro masih memberikan ide-idenya untuk pembangunan Kuba, terutama kebijakan politik.(mdk/fas)