Festival Anggur picu kemarahan muslim Israel
Umat Islam di Negeri Zionis naik pitam lantaran acara diadakan di pelataran Masjid
Sekelompok muslim naik pitam atas rencana diadakan Wine Festival di Kota Beer el-Sabe, Israel. Kemarahan ini dipicu lantaran tempat acara berlangsung di sebuah halaman bangunan kerap berfungsi sebagai Masjid.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Jumat (17/8) Gerakan Islam Cabang Selatan di Negeri Bintang Daud ini, mengatakan festival itu dosa tidak termaafkan dan pukulan telak bagi muslim karena alkohol haram untuk dikonsumsi. Acara saban tahun itu diadakan September mendatang dan menampilkan produk minuman anggur dari 30 pabrik seluruh Israel dan mancanegara. Ada pula pertunjukan musik dan kesenian lain.
Gerakan penyokong Islam di Israel ini telah mengirim surat pada kejaksaan tinggi, menteri kebudayaan dan olahraga, serta pejabat Kota Beer el-Sabe agar acara itu dibatalkan. "Ini bakal menyinggung semua negara Arab dan warganya," kata pengacara Aram Mahameed, kuasa hukum Gerakan Islam.
Penggunaan pelataran Masjid merupakan hinaan karena itu rumah Tuhan. Dalam suratnya Mahameed menuliskan, festival itu tidak sesuai dengan undang-undang keputusan Mahkamah Agung dikeluarkan Juni 2011. Beleid menyatakan bangunan mulanya berfungsi Masjid diubah menjadi museum sejarah dan kebudayaan Islam.
Masjid digunakan untuk Festival Anggur itu dibangun pada 1906 era Usmani. Sempat berubah fungsi menjadi gedung pengadilan, hingga penjara. Lalu dibiarkan kosong selama satu dekade, akhirnya menjadi museum.(mdk/fas)