LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Feminis radikal Ukraina perjuangkan hak sambil buka aurat

"Kami bakal terus memamerkan pornografi sebagai langkah politis," ujar pendiri Femen.

2012-05-15 08:00:00
dunia
Advertisement

Kehebohan melanda pusat Ibu Kota Kiev, Ukraina, akhir pekan lalu. Yulia Kovpachik, 23 tahun, menerobos area pameran trofi Piala Eropa sambil telanjang dada dan berorasi. Gadis ini mengutuk pelaksanaan pesta olahraga itu sebagai pemicu prostitusi.

Kovpachik anggota organisasi feminis radikal Femen. Kelompok ini bukan hanya sekali melaksanakan aksi protes sambil buka aurat. Terhitung puluhan aksi telah mereka lakukan demi menyuarakan hak-hak perempuan.

Surat kabar Jerman Der Spiegel pada Jumat (11/5), menurunkan laporan khusus mengenai sepak terjang Femen, sebelum aksi Kovpachik terjadi. Protes mereka yang nyeleneh kerap muncul di halaman depan media-media terkemuka Eropa, bahkan dunia.

Pendiri kelompok ini adalah dua sahabat Anna Hutsol dan Sasha Shevchenko. Keduanya warga Ukraina, dari Kota Khmenlnytskyi. Anna mengaku di kota kecil itu, perempuan sulit mendapat pekerjaan. Laki-laki mendominasi setiap sektor dan kerap mabuk-mabukan. Gadis yang berusia 20 seringkali langsung dipaksa menikah.

Pada 2008, Anna dan kawan-kawan menolak ikut tradisi di kota itu. Sebagai remaja yang baru rampung sekolah, mereka gemar berdiskusi. Hasilnya, gadis-gadis ini ingin mengubah situasi perempuan yang tertindas.

Target utama mereka adalah isu perdagangan perempuan. Wanita-wanita dari wilayah Eropa Timur, termasuk Ukraina, amat rentan diculik dan dijual ke industri pornografi.

Anna dan Sasha sepakat, cara protes mereka harus berbeda, yaitu sambil buka aurat. "Bila tubuh perempuan dianggap barang yang bisa diperjualbelikan, berarti kami dapat menggunakannya pula untuk menyuarakan tuntutan," ujar Anna.

Karena alasan itu pula, Anna menamai kelompoknya Femen, bahasa latin tulang paha. Bagian paha dianggap sensual dari perempuan. Nama itu bermakna gerakan ini ingin kaum hawa melawan penindasan dengan memamerkan hal yang dianggap tabu dari tubuh mereka.

Aksi telanjang mereka pertama kali di Pusat Perbelanjaan Khreshchatyk, Kiev pada 2009. Anna dan Sasha saat itu memprotes maraknya pornografi internet. Tindakan mereka langsung memancing perhatian wartawan.

Tidak dinyana, gagasan Femen diterima banyak kaum hawa. Hingga kini, 300 perempuan telah jadi anggota. Mereka rutin melakukan aksi buka aurat untuk menanggapi pelbagai isu, mulai dari perkosaan sampai undang-undang tenaga kerja perempuan.

Berurusan dengan polisi, ditahan, bahkan diancam dibunuh sudah jadi makanan mereka sehari-hari. Aksi Kovpachik memprotes Piala Eropa hanya satu dari sekian agenda Femen yang kini sibuk berkeliling Benua Biru.

Anna mengaku kelompoknya bakal melanjutkan cara unjuk rasa nyeleneh ini. Dia beralasan masih banyak masalah menimpa perempuan di seluruh dunia yang perlu disuarakan. "Kami bakal terus memamerkan pornografi sebagai langkah politis," kata dia.(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.