LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Erdogan deklarasikan kemenangan di referendum Turki

Erdogan deklarasikan kemenangan di referendum Turki. Dengan kemenangan ini, dia berhasil mengganti sistem negara dari demokrasi parlementer menjadi presidensial eksekutif.

2017-04-17 10:28:14
Referendum
Advertisement

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan perdana menteri negara tersebut mendeklarasikan kemenangan dalam referendum yang dibuat Erdogan untuk menyapu kekuatan.

Komisi Pemilihan Umum Turki memang belum merilis hasil resmi, namun menurut Kantor Berita Anadolu, 51,4 persen pemilih, dari 47,5 juta suara, memilih Erdogan untuk masa depan mereka.

Dilansir dari CNN, Senin (17/4), Presiden Dewan Pemilihan Tertinggi Sadi Guven membenarkan kalau suara terbanyak dikantongi Erdogan. Dia menyebutkan hasil resmi akan diumumkan dalam 10 hari ke depan.

Advertisement

Pemilih diminta untuk mendukung paket reformasi 18, yang diajukan penguasa Partai Keadilan dan Pembangunan nanti. Paket reformasi itu akan menggantikan sistem demokrasi parlementer dengan presidensial yang kuat.

"Insya Allah, hasil ini akan menjadi awal dari sebuah era baru di negara kita," ujar Erdogan dalam konferensi pers kemenangannya.

Advertisement
Kemenangan Erdogan di Referendum Turki ©2017 Merdeka.com

Beberapa pemimpin dunia, seperti dari Azerbaijan, Palestina, Qatar, Pakistan, Hungaria, Makedonia, Arab, Sudan dan Kenya sudah memberikan ucapan selamat lewat Kementerian Luar Negeri Turki.

Sementara itu, sesaat sebelum Perdana Menteri Binali Yildrim menyatakan kemenangan bagi Erdogan, ribuan orang berkumpul untuk menghadiri perayaan kemenangan di markas Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang didirikan Erdogan di Ankara. Terlihat ribuan pendukung Erdogan ini menari, bernyanyi, membunyikan klakson mobil mereka untuk merayakan kemenangan.

Yildrim dalam pidatonya menyebutkan, orang yang memilih 'ya' dan 'tidak' akan tetap menjadi satu di Turki. Dia mengatakan, dengan keberhasilan referendum ini Erdogan akan meningkatkan perekonomian, mempercepat pembangunan serta melawan musuh asing dan domestik.

"Tidak ada yang harus tersinggung atau dirusak. Tidak ada kata berhenti. Kami akan terus berjalan di jalan kita dan akan terus berbaris untuk menyambut masa depan," pungkas Yildrim.

(mdk/che)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.