Empat WNI disandera Abu Sayyaf dapat kompensasi dari perusahaan
Anak buah kapal PT Global Transinergi itu diculik militan di Filipina selama sebulan
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi menegaskan para anak buah kapal Henry, yang menjadi korban sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, akan dipenuhi hak-haknya oleh perusahaan.
"Pembicaraan dengan wakil perusahaan, hak ABK akan dipenuhi sesuai peraturan perusahaan," kata Retno saat prosesi serah terima empat WNI di Kementerian Luar Negeri, Jumat (13/5).
Sementara itu, Direktur Utama PT. Global Transenergi Internasional menegaskan semua hak akan diberikan kepada anak buah kapal. "Semua hak akan dipenuhi," kata Riswandi.
Empat ABK yang akhirnya bebas dari sandera Abu Sayyaf pimpinan Alan Bagade, sebelumnya diperiksa kesehatannya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Mereka tiba di Jakarta pada pukul 10 pagi di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma.
Para WNI ini disandera oleh kelompok Abu Sayyaf pimpinan Alan Bagade. Dari 10 anak buah kapal, empat orang yang ditawan, sementara enam lainnya selamat dan sudah kembali ke Indonesia.
Baca juga:
Menlu Retno sambut langsung 4 sandera Abu Sayyaf di Lanud Halim
Kisah awak kapal TB Henry melawan Abu Sayyaf pakai semprotan
Awak kapal TB Henry disiksa selama diculik Abu Sayyaf
Kembali bertemu keluarga, 4 WNI sandera Abu Sayyaf dinyatakan sehat
Cerita Pangkostrad saat operasi pembebasan 4 WNI tanpa perang