LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Empat upaya pemerintah selamatkan WNI dari Yaman

Beberapa hari lalu, 23 WNI dikabarkan ditahan oleh pihak Yaman, dengan alasan imigrasi.

2015-04-01 06:02:00
yaman
Advertisement

Situasi di Yaman tengah memanas, bahkan kali ini pemerintah Indonesia ikut kalang kabut. Pasalnya ada sekitar 4.159 warga negara Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah di Yaman.

Situasi panas di Yaman bermula ketika pemberontak Houthi menggulingkan Presiden Hadi. Mereka menginginkan tanah airnya tersebut bebas korupsi, namun anggota parlemen dan lembaga-lembaga di bawahnya tidak mereka ganti.

Perseteruan ini semakin pecah ketika Arab membantu pemerintah Yaman mengalahkan pemberontak Houthi yang merupakan pengikut dari Syiah Zaidi. Para warga Yaman kebanyakan pengikut Islam Sunni yang dibawa dari Arab Saudi.

Beberapa hari lalu, 23 WNI dikabarkan ditahan oleh pihak Yaman, dengan alasan imigrasi. Pemerintah Indonesia membenarkan adanya WNI yang ditahan dan mengusahakan pembebasan mereka dengan segera.

Hingga kemarin, akhirnya semua WNI yang ditahan berhasil bebas dan mereka sedang berada di KBRI di Sana'a. Pemerintah melalui Kemlu juga sedang mengusahakan perlindungan WNI di Yaman dengan menempatkan mereka di tempat yang aman.

Pihak Kemlu di Jakarta telah menghubungi pihaknya di Oman, Jeddah, dan Riyadh untuk dapat mengontrol WNI yang berada di Yaman lantaran ketiga daerah tersebut yang paling dekat dengan Yaman.

Berikut empat langkah yang diambil pemerintah Indonesia guna menyelamatkan WNI yang berada di Yaman, seperti yang dirangkum merdeka.com:

Buka hotline untuk warga yang ingin pulang ke Indonesia

Pemerintah Indonesia telah membuka hotline di Yaman sejak Februari lalu. Hotline tersebut ditujukan bagi WNI yang berada di Yaman.

Sejak dibukanya hotline itu, ada sekitar 175 orang yang mendaftar dan sekitar 141 orang yang akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada awal Maret.

Hingga saat ini, hotline masih tetap dibuka di KBRI Sana'a.

Pemerintah menghimbau WNI untuk meninggalkan Yaman secepatnya dan dapat menghubungi hotline tersebut bila merasa terancam bahaya.

Advertisement

Cari WNI di penjara

Awal pekan ini, pemerintah Indonesia di Yaman mencari WNI yang ditahan dengan mengunjungi penjara-penjara di Sana'a, Yaman. Berkat pencarian tersebut, lima orang berhasil dibebaskan pada Senin kemarin.

Sementara itu, sisanya berhasil dibebaskan kemarin sebagai hasil dari pencarian di berbagai penjara.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Perlindungan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan para WNI dapat bebas lantaran pemerintah Indonesia di Sana'a memiliki hubungan baik dengan pihak Yaman, baik itu pemerintah maupun pemberontak.

Advertisement

Evakuasi jalur udara

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara menyelamatkan WNI di Yaman. Salah satu skenario awal dengan menggunakan pesawat Boing 737 milik TNI AU.

"Tadinya kita akan menggunakan satu pesawat milik TNI AU, namun kondisi bandara tidak memungkinkan untuk digunakan, jadi kita memikirkan strategi lain," ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI), Lalu Muhammad Iqbal.

Karena itu, kemarin sore dilakukan perundingan ulang skenario pemindahan WNI dari Yaman.

Evakuasi jalur darat

Selain lewat jalur udara, pemerintah Indonesia juga mulai melirik jalur darat. Hal ini sudah dibuktikan dengan pemindahan sekitar 112 WNI dari Sana'a ke sebuah kota disebelah timur Yaman.

"Kota tersebut lebih aman dibanding dengan Sana'a. Bandara di sana juga bisa digunakan walaupun tidak ada penerbangan," kata Direktur PWNI dan BHI, Lalu Muhammad Iqbal.

Iqbal mengatakan, segera pemerintah akan mengamankan WNI dari Yaman yang semakin memanas.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.