Empat kisah para jurnalis sejagat
Mulai dari bunuh diri hingga menyelamatkan nyawa bocah di tengah gempa.
Menjadi jurnalis memang banyak cerita. Tidak melulu enak, namun juga pahit. Para reporter di kawasan konflik misalnya, mau tidak mau juga ikut bertarung dengan kematian demi mendapatkan berita eksklusif bagi para konsumennya.
Para jurnalis juga harus bersikap profesional dalam peliputan. Namun mereka hanya manusia biasa yang bisa marah pada nara sumber dan memprotesnya. Dilansir dari situs oddee.com, ini empat kisah luar biasa para jurnalis sejagat. Berikut ulasannya.
Jurnalis bunuh diri di siaran langsung
Christine Chubbuck seorang jurnalis yang melakukan bunuh diri di sebuah acara televisi disiarkan secara langsung. Peristiwa ini terjadi pada 15 Juli 1974. Chubbuck mengakhiri nyawanya dengan menembak kepalanya memakai senapan tangan revolver.
Tiga minggu sebelumnya Chubbuck menanyakan apakah dia bisa membawakan berita tentang bunuh diri atau tidak. Setelah permintaannya disetujui dia mengunjungi kantor kepolisian untuk belajar caranya menggunakan senapan dan menembak dengan efektif di kepala.
Jurnalis masukkan bola dari tengah lapangan basket
Jurnalis tidak diketahui namanya ini tengah membawakan acara berita di lapangan basket soal minat anak muda dalam bidang olahraga. Setelah mengakhiri beritanya, dia melempar bola basket tengah dipegangnya itu dan berhasil masuk ke dalam ring.
Padahal dia melempar dari jarak tengah lapangan. Sebuah kebetulan yang menyenangkan lantaran lemparan bola itu dilakukannya dengan tidak melihat arah ring. Berikut aksi jurnalis itu.
Jurnalis tolong anak saat gempa
Gempa bumi di Haiti beberapa waktu lalu mendapat perhatian dunia. Tak terkecuali sejagat, bahkan para jurnalis tengah meliput peristiwa itu ikut tersentuh dan melakukan pertolongan pada warga.
Jurnalis satu ini contohnya. Namanya Anderson Cooper. Dalam tugas peliputan dia menyempatkan diri menolong anak kecil di tengah kekacauan. Rekaman dari kamera stasiun televisi CNN ini memperlihatkan segalanya dengan jelas dan menyentuh.
Jurnalis protes Obama
Seorang jurnalis bernama Brenda Lee diusir dari ruang pers dekat markas angkatan udara Amerika Serikat pada 28 Mei 2009.
Ternyata dia menentang kebijakan Presiden Barack Hussein Obama yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Saat tengah meliput Obama dia mendekati presiden itu dan berteriak-teriak agar Obama berhenti mensahkan undang-undang pernikahan gay.