Empat alasan Raja Bhumibol sangat dicintai rakyatnya
Bhumibol wafat pada usia ke 88 tahun. Dia berhasil memimpin Thailand selama 70 tahun. Kematiannya meninggalkan duka mendalam bagi warganya yang sangat mencintai dia. Berikut kebaikannya pada rakyat yang tidak terlupakan.
Mangkatnya Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, tentunya membawa duka mendalam bagi rakyat Negeri Gajah Putih. Raja Bhumibol merupakan pemimpin monarki terlama sepanjang sejarah.
Raja Bhumibol mulai naik tahta saat masih 19 tahun. Dia memiliki empat orang anak dari hasil pernikahannya dengan Ratu Sirikit, mereka adalah putra mahkota, Pangeran Maha Vajiralongkorn, Putri Ubol Ratana, Putri Maha Chakri Sirindhorn, dan Putri Chulabhorn Walailak.
Sosok Bhumibol dianggap sebagai pemersatu bangsa di tengah krisis politik 'berdarah' di Thailand pada 1973 dan 1992. Tak hanya dengan kalimatnya yang memiliki pengaruh besar, kebijakan yang dikeluarkan pria 88 tahun itu sangat dihormati baik oleh pemerintah, maupun militer.
Sejak kabar menurunnya kesehatan raja di Thailand, warga berbondong-bondong menggunakan baju pink sembari mendoakan agar kesehatannya bisa pulih. Merah muda di Thailand berarti kesejahteraan bagi sang raja.
Meski sudah meninggal, Bhumibol terus dicintai rakyat atas kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Berikut merdeka.com merangkum empat kebaikan sang pemersatu Thailand sehingga sangat dicintai warganya:
Bhumibol sempatkan waktu untuk lantik diploma semua universitas negeri di Thailand
Pendidikan merupakan yang utama. Demikian prinsip yang dianut Sang Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej.
Karenanya, sang pemimpin monarki terlama sepanjang sejarah ini menyempatkan waktu di antara jadwalnya yang padat demi memberi gelar diploma pada lulusan universitas negeri di Thailand. Universitas negeri di Negeri Gajah Putih itu mendapat sokongan dana dari pemerintah.
Semua itu merupakan gagasan Bhumibol. Dia dicintai karena idenya sangat mempengaruhi program pembangunan dan kehidupan rakyat Thailand.
Bhumibol, yang mengenyam pendidikan di Eropa, terus menyuarakan memerintah dengan kebenaran dan demi kepentingan serta kebahagiaan rakyat banyak. Hal itu diucapkan dalam penobatannya di Istana Kerajaan di Bangkok.
"Kami akan memerintah dengan kebenaran demi kepentingan dan kebahagiaan rakyat Thailand," ucapnya dengan sungguh-sungguh.
Menurut dia, salah satu yang membahagiakan warganya adalah dengan mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.
Dekat dengan rakyat kecil
Kedekatan Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, dengan rakyatnya memang tidak diragukan lagi. Setiap berjumpa, dia selalu mendengar keluhan warganya dan bahkan mencatat untuk kemudian dicari solusinya.
Dari hasil kerjanya, lebih dari 4000 proyek pembangunan nasional dimulai. Irigasi, pertanian, konservasi, mitigasi banjir dan kekerigan, kontrol obat-obatan, kesehatan masyarakat dan pembelajaran jarak jauh.
Dia juga membuat Rotal Rainmaking Technology. Karena hal ini, dia dikenal sebagai perintis hujan buatan yang mengubah kehidupan banyak petani di area yang dilanda kekeringan.
Buah kerjanya ini kemudian diakui dunia. Queensland, salah satu negara bagian di Australia mengadopsi pemikiran sang pemimpin monarki sepanjang sejarah itu.
Raja yang tidak takut dikritik
Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, sebenarnya enggan masuk ke dunia politik, namun ketika menyangkut kehidupan rakyat banyak, dia kemudian terjun ke dunia itu. Dia diketahui menjadi pemersatu Thailand dan meminta agar demokrasi ditegakkan.
Sejak dai memanggil Perdana Menteri Jenderal Suchinda dan Mayjen Chamlong Srimuang, kudeta militer menjadi tabu. Pada ulang tahun yang ke-78, Bhumibol mengkritik Perdana Menteri Thaksin Shinawatra agar bersedia menerima kritik karena itu merupakan konsekuensi seorang pemimpin.
"Jika Anda berpikir dia bertahta untuk kekuasaan, maka Anda salah. Saya juga harus dikritik. Saya tidak takut jika kritikan tersebut terkait dengan kesalahan saya, karena dengan begitu saya sadar sudah melakukan kesalahan. Jika raja dikatakan tidak bisa dikritik, itu artinya raja bukan manusia," ucapnya.
Kepemimpinannya yang telah 70 tahun di Thailand menjadikan raja sebagai kepala negara terlama di dunia. Keteladanan serta integritas Raja Bhumibol dirasa pantas diambil contoh.
Hak dan kesejahteraan petani diperhatikan
Sebagai seorang raja, Bhumibol mengaku petani adalah segalanya. Pasalnya, lewat mereka lah warga Thailand bisa makan hingga kenyang.
Karenanya, selama memimpin monarki Thailand, Raja Bhumibol Adulyadej memikirkan hak dan kesejahteraan petani dengan kebijakan impor beras.
Sepanjang memerintah, ia sangat dicintai dan dihormati rakyat Thailand. Bahkan mereka menganggap sosoknya sebagai 'separuh dewa'.
Foto-foto Bhumibol sangat mudah dijumpai di Negeri Gajah Putih, tersebar di mana-mana. Rakyat pun akan membungkuk dan berlutut saat ia muncul.
(mdk/ard)