LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Duterte usir seorang biarawati asal Australia, ini penyebabnya

Duterte usir seorang biarawati asal Australia, ini penyebabnya. Dia dituduh telah melakukan tindakan yang menimbulkan kemarahan Presiden Rodrigo Duterte karena mengikuti demonstrasi anti-pemerintah yang menyerukan persatuan serta perlawanan terhadap pelanggaran HAM di negara itu.

2018-11-04 16:38:26
Rodrigo Duterte
Advertisement

Seorang biarawati sekaligus aktivis HAM berkewarganegaraan Australia, dipaksa meninggalkan Filipina lebih cepat. Dia dituduh telah melakukan tindakan yang menimbulkan kemarahan Presiden Rodrigo Duterte karena mengikuti demonstrasi anti-pemerintah yang menyerukan persatuan serta perlawanan terhadap pelanggaran HAM di negara itu.

Patricia Anne Fox meninggalkan Filipina menuju Australia pada Sabtu 3 November 2018, setelah Biro Imigrasi Filipina mengeluarkan perintah deportasi beberapa bulan lalu dan mengubah visa miliknya dari visa misionaris menjadi visa kunjungan biasa yang tenggatnya berakhir Sabtu ini.

Dalam konferensi pers, Fox yang berusia 71 tahun, meminta warga Filipina untuk tetap bersuara dan membantu perjuangan untuk memperoleh kembali lahan, rumah dan pekerjaan mereka.

Advertisement

Fox mengatakan upaya pemberantasan narkoba yang digiatkan Presiden Duterte dan banyak menelan korban jiwa, adalah tindakan barbar. Dia menambahkan jika diizinkan kembali ia bertekad akan mengaktifkan lagi misi membantu kelompok miskin yang sudah dijalankannya selama 27 tahun ini.

Sementara itu, juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, Salvador Panelo, mengatakan dalam pesan tertulis pada hari Sabtu bahwa pengusiran Fox "adalah peringatan tepat waktu untuk semua orang asing di negara ini bahwa mereka tidak berhak atas semua hak istimewa warga Filipina, termasuk penerapan hak politik yang secara mutlak eksklusif bagi warga negara Filipina," demikian seperti dikutip dari The Strait Times, Minggu (4/11).

Panelo mengatakan bahwa Fox telah "berpartisipasi dalam demonstrasi, misi pencarian fakta dan konferensi berita. Ia melanggar kondisi tinggalnya,dan dengan demikian mengejek hukum kami serta menyalahgunakan keramahan yang diberikan kepadanya oleh negara tuan rumah."

Advertisement

Panelo juga mengatakan bahwa Duterte menuduh Fox "berperilaku tidak tertib" setelah dia bergabung dengan misi pencarian fakta pada bulan April 2018 untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM terhadap petani di kota asal presiden di Davao.

Fox pergi menemui petani yang ditahan dengan tuduhan memiliki bahan peledak, dan menghadiri konferensi pers oleh para pekerja yang dipecat setelah menuntut upah dan kondisi yang lebih baik. Tak lama setelah itu, dia ditangkap secara singkat dengan tuduhan melanggar ketentuan visanya.

Pelanggaran HAM di Filipina Meningkat

Setelah mendarat di Melbourne pada 3 November, Patricia Anne Fox mengatakan pelanggaran hak asasi manusia meningkat, dan Duterte memerintah seperti tirani.

"Sudah ada budaya kekebalan hukum untuk waktu yang lama, dan itu semakin parah," katanya.

Fox juga menawarkan saran kepada Presiden Duterte: "Dengarkan orang miskin, bukan hanya militer. Dengarkan kaum miskin kota, petani, pekerja, penduduk pribumi. Dengarkan mereka, dan bertindak atas nama mereka, bukan hanya orang kaya,” demikian seperti dikutip dari The Strait Times.

Misionaris itu berada di Filipina dengan membantu kelompok miskin selama hampir 30 tahun.
Sebelum dideportasi ke Australia, Fox menghadiri misa emosional untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ratusan pendukungnya yang memprotes pengusirannya dan bersumpah untuk mengupayakan agar bisa kembali ke Filipina, mungkin setelah Presiden Rodrigo Duterte mundur pada tahun 2022.
Fox sendiri berharap agar suatu hari nanti akan kembali ke Filipina.

"Akan tiba saatnya aku kembali suatu hari nanti," kata Fox

Kelompok kiri Bagong Alyansang Makabayan (Aliansi Rakyat Baru) menyayangkan kepergian Fox dari Filipina. Pada malam keberangkatannya, Fox mendesak pengikutnya untuk tidak menyerah pada rasa takut dan terus bergerak.

Dia bersikeras bahwa tindakannya selama di Filipina adalah "bukan politik atau partisan, tetapi bagian dan bagian dari karya kerasulan dan kerja misionaris".

Fox telah berada di Filipina pada tahun 1990 sebagai anggota Sisters of Our Lady of Sion, sebuah perkumpulan biarawati yang didirikan di Perancis pada tahun 1847 dan terkenal karena menampung orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari penganiayaan Nazi pada Perang Dunia II.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Abu Sayyaf ancam kembali culik pelaut, KJRI Tawau peringatkan WNI
Rayakan pesta Halloween, 19 imigran Filipina ditangkap polisi Arab Saudi
Ini yang terjadi pada Filipina saat putuskan tolak impor beras
Dubes Filipina kunjungi Mary Jane di Lapas Wirogunan
Trump hampir dibunuh ketika kunjungi KTT ASEAN di Manila
Separuh rakyat Filipina khawatirkan kondisi kesehatan Rodrigo Duterte

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.