Duterte pecat dua pejabat proyek lewat pidato di televisi
Duterte pecat dua pejabat proyek lewat pidato di televisi. Presiden Filipina Rodrigo Duterte memecat dua pejabat Komisi Rehabilitasi Sungai Pasig (PRRC) karena menunda penyelesaian Proyek jalan layang Metroway Skyway Tahap 3 di Manila.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memecat dua pejabat Komisi Rehabilitasi Sungai Pasig (PRRC) karena menunda penyelesaian Proyek jalan layang Metroway Skyway Tahap 3 di Manila.
"Keduanya benar-benar buruk. Mereka menunda proyek. Kami tengah bergegas membangun supaya pergerakan masyarakat Metro lebih luas. Tapi keduanya tetap bertahan selama hampir satu tahun," kata Duterte dalam sebuah wawancara di stasiun televisi pemerintah, seperti dilansir dari Inquirer, Minggu (15/10).
Penundaan tersebut menyebabkan target awal penyelesaian proyek itu yakni dua tahun atau 2020 menjadi molor, dan Duterte menyalahkan penundaan tersebut pada kedua pejabat PRRC.
"Saya tidak suka apa yang mereka lakukan," kata Duterte.
Duterte tidak mengungkapkan nama-nama pejabat yang dipecat tersebut. Keduanya sepatutnya menulis surat permohonan maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Namun, Duterte mengatakan apa yang dilakukan kedua pejabat itu tidak bisa ditolerir dan merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Republik No. 3019, atau Undang-Undang Praktik Anti-suap dan Korupsi.
"Di saat mereka sedang membuat surat permohonan maaf atas keterlambatan proyek itu, saya beri tahu mereka sekarang, di televisi ini, saya sebenarnya sudah memecat kalian," kata Duterte.
Tahap ketiga proyek Skyway Metro Manila diperkirakan akan menjadi jalan tol sepanjang 14,82 kilometer dari Buendia Avenue di Makati City ke Balintawak, Kota Quezon.
Baca juga:
Gaya Duterte bertemu aktor laga Steven Seagal
Duterte tarik polisi dari operasi antinarkoba, BNN Filipina mengeluh
Duterte mengaku cuma punya tabungan Rp 106 miliar
Mayoritas warga sebut kampanye antinarkoba Duterte hanya untuk bunuh orang miskin
Budi Waseso ogah disamakan dengan Rodrigo Duterte
Duterte sebut yang halangi pemberantasan narkoba idiot dan halal dibunuh