LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Duterte minta markas Abu Sayyaf dibom, ini tanggapan Kemenlu

Duterte minta markas Abu Sayyaf dibom, ini tanggapan Kemenlu. Pemerintah Indonesia yakin perintah Presiden Filipina Rodrigo Duterte tetap mengutamakan keselamatan para sandera. Belum lama ini, Duterte meminta tentara negaranya untuk membombardir markas Abus Sayyaf meski ada sandera di dalamnya.

2017-01-16 17:48:00
Rodrigo Duterte
Advertisement

Pemerintah Indonesia yakin perintah Presiden Filipina Rodrigo Duterte tetap mengutamakan keselamatan para sandera. Belum lama ini, Duterte meminta tentara negaranya untuk membombardir markas Abus Sayyaf meski ada sandera di dalamnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, baik Indonesia maupun Filipina terus mengupayakan kerja sama dalam upaya pembebasan sandera. Sejauh ini, perburuan terhadap para militan masih terus berlangsung tanpa mengesampingkan keselamatan para WNI yang disandera.

"Kita percaya kerja sama selama ini akan terus dilakukan utk membebaskan dan menjaga keselamatan sandera ABK WNI," ujar Arrmanatha kepada merdeka.com, Senin (16/1).

Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengaku memahami niat Duterte untuk mengatasi aksi kriminalitas di negaranya. Namun, dia yakin Filipina tetap memenuhi kesepakatan awal, di mana keselamatan sandera tetap menjadi prioritas.

"Kami memahami keinginan besar Presiden Duterte untuk memerangi kriminal dan Indonesia menghargai itu. Masalah penyerangan militan di Filipina, kami percaya pemerintah Filipina punya kebijaksanaan sendiri, tapi satu hal, sejak awal kami sepakat bahwa keselamatan sandera merupakan prioritas bersama," kata Iqbal.

Hingga saat ini, Abu Sayyaf masih menyandera empat warga negara Indonesia. Dua di antaranya diketahui berada di Sulu, dan dua sisanya di Tawi-tawi.

"Dari komunikasi terakhir sama keluarga, semuanya baik-baik aja," ungkapnya.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte belum lama ini memberikan pernyataan keras mengenai militan Abu Sayyaf. Pemimpin eksentrik ini bahkan memerintahkan pasukannya untuk membombardir lokasi persembunyian para penculik warga asing.

"Jika di sana ada para penculik dan mereka mencoba kabur, bombardir mereka," ucap Duterte saat berpidato di depan para pebisnis di Davao, demikian dilansir The Sydney Morning Herald, Minggu (15/1).

Instruksi pengeboman disampaikan Duterte kepada Angkatan Laut dan penjaga pantai Filipina. Bahkan, dia mengaku tidak peduli jika upaya tersebut dapat menewaskan sejumlah sandera.

"Jika ada 'sandera'. Maaf, kerusakan tambahan," tambahnya singkat.

Baca juga:
Duterte perintahkan markas Abu Sayyaf dibom, meski ada sandera
Sebelum ke Indonesia, PM Jepang cicipi sarapan sederhana ala Duterte
Ancaman Duterte buat wali kota narkoba: Mundur atau saya bunuh
Impian Duterte bikin poros China-Filipina-Rusia melawan dunia
Mengenal masa muda Duterte, presiden terberingas Filipina

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.