LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Dunia sedang alami krisis coklat

Stabilitas negara-negara penghasil kakao rentan gangguan.

2012-04-18 19:00:00
Cokelat
Advertisement

Dunia kini tidak hanya mengalami krisis energi. Cokelat yang biasanya menjadi camilan nikmat pun turut mengalami gejolak. Ketersediaan cokelat saat ini terganggu karena permintaan yang melonjak dari negara berkembang.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (18/4), Profesor David Guest dari Fakultas Pertanian dan Lingkungan Universitas Sidney, Australia, mengatakan metode bercocok tanam petani kakao sudah ketinggalan jaman.

Dia mengingatkan produksi kakao di seluruh dunia hingga 2020 harus meningkat 15 persen dari saat ini untuk dapat memenuhi kebutuhan negara yang sedang berkembang, salah satunya China.

Advertisement

Namun, kebanyakan petani kakao tinggal di negara miskin dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, di samping menggenjot hasil tanamannya. Hal itu bertolak belakang dengan permintaan cokelat saat ini menunjukkan peningkatan.

Cokelat yang kaya rasa, nikmat, dan memiliki warna unik telah menaikkan semangat banyak orang. Selama tiga ribu tahun makanan ini telah ditulis dalam berbagai buku.

Cokelat tidak hanya menggiurkan, makanan itu juga baik untuk kesehatan, yakni dapat menurunkan tekanan darah dan mengubah suasana hati.

Advertisement

Kakao dihasilkan oleh pohon Theobroma cacao, yang diartikan "Makanan untuk Tuhan." Wilayah yang banyak menghasilkan kakao meliputi Afrika Barat, Amerika Selatan, Asia Tenggara (termasuk Indonesia), dan Pasifik. Sayangnya kondisi keamanan, politik, iklim, hama, dan penyakit negara-negara yang ada di wilayah itu rentan dan mempengaruhi produksi bahan baku cokelat.

Guest telah berkeliling dunia untuk mencari lahan baru yang cocok ditanami pohon kakao. Selain itu dai juga memberikan penyuluhan kepada petani buat meningkatkan produksi pertaniannya.

"Tujuannya buat meningkatkan produksi kakao satu juta ton per hari hingga 2020, dari total 3,6 juta ton periode 2009 sampai 2010, untuk memenuhi kebutuhan dunia," kata Guest.

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.