Dunia Kutuk Penembakan Sadis di Masjid Christchurch Selandia Baru
Tak lupa, Abbas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan orang yang cedera cepat sembuh.
Penembakan sadis yang terjadi di Masjid Christchurch menjadi sorotan dunia internasional. Sejumlah petinggi negara mengutuk keras aksi teroris Brenton Tarrant.
"Kami mengutuk serangan teroris yang merenggut puluhan nyawa orang yang sedang salat dan melukai sejumlah orang lagi di dua masjid di Selandia Baru," kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas di dalam pernyataan pengutukannya, seperti diberitakan Antara, Sabtu (16/3).
Pun ia menyerukan kepada dunia untuk menangkal segala bentuk aksi terorisme. "Menghadapi terorisme dan tidak memperlihatkan toleransi buat kelompok rasis --yang menghasut kekerasan, kebencian rasial dan kebencian kepada orang asing," katanya.
Ia kembali menyampaikan pengutukannya terhadap "Segala bentuk terorisme terhadap warga sipil yang tak berdosa, tak peduli sumbernya atau identitas pelakunya."
Tak lupa, Abbas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan orang yang cedera cepat sembuh.
Senada dengan Abbas, Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa terhadap para korban penembakan di Selandia Baru melalui pesan yang dikirimkan kepada Gubernur Jenderal Patsy Reddy.
Dalam pesannya itu, Xi menunjukkan rasa keprihatinannya atas insiden tersebut. Atas nama pemerintah dan rakyat China, Xi menyatakan duka cita yang mendalam kepada rakyat dan pemerintah Selandia Baru, demikian media resmi China melaporkan, Sabtu.
Perdana Menteri China Li Keqiang juga mengirimkan pesan yang sama kepada Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.
Sementara itu, Wali Kota London, Inggris, Sadiq Khan yang merupakan seorang muslim juga turut berduka atas insiden penembakan tragis yang melanda Negeri Kiwi.
"Seperti banyak warga London lainnya dan masyarakat dunia, saya turut berduka atas insiden di Christchurch, Selandia Baru. Banyak orang tak berdosa, laki-laki, perempuan dan anak-anak menjadi korban serangan teroris di masjid...," kata Sadiq Khan dalam penggalan videonya terkait penembakan di Selandia Baru yang Liputan6.com
Sebanyak 49 orang telah meninggal dan lebih dari 40 orang lagi cedera dalam penembakan di dua masjid di Kota Christchurch di Selandia Baru, selama Shalat Jumat. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardem mengatakan penembakan itu adalah serangan teroris yang direncanakan dengan baik.
Sementara itu pemimpin perunding Palestina Saeb Erekat juga mengutuk pembunuhan 49 orang dalam penembakan massal di dua masjid yang dipenuhi orang yang menunaikan Shalat Jumat di Christchurch.
"Serangan teroris ini, yang merenggut 49 nyawa orang Muslim yang sedang menunaikan Shalat Jumat di dua masjid di Selandia Baru dilakukan akibat ideologi ekstremis, yang menyebar benih perang agama," kata Erekat di dalam surat pengutukannya.
Ia menambahkan bahwa ia menyampaikan "doa, pikiran dan air mata" serta kepedihan rakyat Palestina, Kristen dan Muslim, kepada rakyat Selandia Baru, terutama keluarga korban.
Erekat mendesak diakhirinya pembunuhan yang dilakukan dengan mengatasnamakan agama dan mencela penggunaan agama untuk tujuan politik. Ia mengenang serangan yang ditujukan ke tempat ibadah, termasuk oleh pemukim Yahudi Baruch Goldstein, yang membantai 29 orang Palestina yang sedang Shalat Subuh di Masjid Ibrahim di Al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat Sungai Jordan pada 1994 dan serangan terhadap sinagoga di Pittsburgh tahun lalu.
Baca juga:
Sosok Ebba Akerlund, Gadis Kecil Dijadikan Dalih Teroris Selandia Baru
Fraksi Demokrat Dorong Otoritas Selandia Baru Antisipasi Aksi Teror Susulan
Ini Identitas 1 WNI Masih Dicari Usai Penembakan Teroris di Masjid Selandia Baru
'Ibadah Hak Individu, Penembakan Masjid di Selandia Baru Jauh dari Kasih Sayang'
DPR Minta Kemenlu Pastikan Kondisi WNI Korban Penembakan di Selandia Baru
Ini Senjata yang Dipakai Pelaku Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru