LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Dubes Suriah yang membelot kabur ke Qatar

Fares mundur dari jabatan duta besar sekaligus sebagai anggota Partai Ba'ath Suriah.

2012-07-12 19:05:38
Konflik Suriah
Advertisement

Duta Besar Suriah untuk Irak, Nawaf al-Fares, saat ini dilaporkan telah berada di Qatar setelah menyatakan dukungannya terhadap kaum oposisi di negara itu. Kabar itu dibenarkan oleh Menteri Luar Negeri Irak, Hushyar Zebari. "Duta Besar Suriah Nawaf Fares yang pagi tadi mengumumkan pembelotannya dari rezim Basyar al-Assad telah meninggalkan Baghdad dan saat ini sudah berada di Qatar," kata Zebari seperti dikutip kantor berita Xinhua, Kamis (12/7).

Pagi tadi, Fares mengumumkan pengunduran dirinya sebagai duta besar sekaligus dari keanggotaan Partai Ba'ath Suriah. Dia melakukan itu sebagai protes terhadap pembantaian dilakukan oleh militer rezim Assad terhadap rakyat sipil. "Mulai saat ini saya mengumumkan bergabung dengan masyarakat Suriah lainnya, merupakan tanah air saya meski dalam keadaan sulit," kata Fares dalam pernyataan disiarkan oleh stasiun televisi AlJazeera.

Kementerian Luar Negeri Suriah hari ini langsung mencopot Fares sebagai duta besar setelah dia membelot. Menurut pernyataan persnya, hal itu dilakukan lantaran Fares dianggap mengeluarkan pernyataan bertentangan dengan kewajiban dia dalam membela negara. 

Advertisement

Pemerintah Suriah bakal mengajukan langkah hukum terhadap Fares atas pernyataan dalam media massa itu dan meninggalkan daerah tugas tanpa izin.

Pembangkangan Fares, seorang Sunni dan diplomat senior, menjadi pukulan telak bagi Assad. Hal itu membuktikan banyak pihak tidak sepakat  dengan tindakannya. Padahal berkali-kali dia mengatakan dengan yakin sedang mempertahankan negaranya melawan teroris disokong oleh bantuan asing. "Ini baru permulaan dari pembelotan para diplomat. Kami tetap menjalin hubungan dengan beberapa duta besar," kata Muhammad Sermini, anggota kelompok oposisi, Dewan Nasional Suriah.

Tidak terasa sudah 16 bulan berlalu konflik berdarah berkecamuk di Suriah antara pemerintah rezim Basyar al-Assad dan kaum pembangkang sejak meletup November tahun lalu. Hingga hari ini pun belum menunjukkan tanda akan berakhir. Diperkirakan sudah lebih dari 16 ribu jiwa melayang akibat perang saudara itu.

Advertisement
(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.