Dubes Rusia Gugat Koran Italia Terkait Artikel Putin
Presiden Rusia, Vladimir Putin memerintahkan pasukannya menyerang Ukraina pada 24 Februari lalu. Dia menyebut invasi itu sebagai "operasi militer khusus".
Duta Besar Rusia untuk Italia, Sergey Razov, menyampaikan pada Jumat (25/3), dia menggugat koran Italia, La Stampa, terkait artikel yang meningkatkan kemungkinan pembunuhan Presiden Vladimir Putin.
"Tak perlu disampaikan bahwa ini bertentangan dengan aturan jurnalisme dan moralitas," jelasnya kepada wartawan di depan kantor kejaksaan di Roma setelah dia menyerahkan gugatan itu.
Dilansir Reuters, pada 22 Maret La Stampa menerbitkan sebuah judul analisis "Jika membunuh tiran satu-satunya pilihan". Artikel itu mengatakan, jika semua opsi lainnya gagal menghentikan invasi Rusia di Ukraina, satu-satunya solusi adalah seseorang membunuh presiden.
Berbicara melalui penerjemah, Razov mengatakan gugatannya menuduh koran tersebut mengajak dan membenarkan sebuah kejahatan.
La Stampa belum menanggapi permintaan komentar.
Putin menyebut invasi Rusia di Ukraina sebagai "operasi militer khusus" untuk melucuti Ukraina dan melindunginya dari "Nazi". Barat menyebut itu dalih palsu untuk melakukan agresi.
Baca juga:
Sri Mulyani Waspadai Dampak Perang Rusia-Ukraina dan Covid-19 yang Kembali Menyebar
Dirut Indocement: Ketegangan Rusia-Ukraina Buat Harga Semen Naik
Rusia Santai Tanggapi Usulan Dikeluarkan dari G20
Dubes Ukraina: Putin Tidak Punya Hak Berbicara Tentang Perdamaian & Stabilitas Dunia
Datangi DPR, Dubes Ukraina Minta Indonesia Berperan Aktif Hentikan Invasi Rusia
Ukraina Ungkap Berapa Banyak Rudal yang Dibutuhkan Per Hari dalam Perang Lawan Rusia