LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Dua wartawan pendukung pemberontak Suriah dibunuh

Korban bernama Ali Abbas dan Bara'a Yusuf al-Bushi. Bara'a adalah bekas tentara pemerintah.

2012-08-13 16:01:01
Konflik Suriah
Advertisement

Konflik bersenjata kembali memakan korban wartawan. Dua jurnalis Suriah dibunuh di Ibu Kota Damaskus, Suriah, seperti diberitakan kantor berita Suriah SANA.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (13/8), jurnalis itu bernama Ali Abbas. Dia tewas di kediamannya di kawasan Artouz Jdaidet. SANA menuding kelompok oposisi penyebab terbunuhnya Abbas. Satu lagi bernama Bara'a Yusuf al-Bushi, anggota tentara Suriah yang membelot. Sejak mengkhianati Presiden Basyar al-Assad, Bushi memberikan informasi ke berbagai media mengenai berita seputar konflik Suriah kepada dunia internasional.

Bushi asal Provinsi Hama menyatakan pembelotannya akhir Mei lalu dan bekerja sebagai jurnalis. Dia khusus menuliskan siaran pers mengenai Tentara Pembebasan Suriah dan revolusi di negara itu. Lelaki 24 tahun ini juga menjadi juru bicara gerakan oposisi ke media.

Keduanya meninggal Sabtu pekan lalu. Dengan terbunuhnya Ali Abbas dan Bara'a Yusuf, secara keseluruhan sudah sepuluh wartawan tewas dalam konflik di negara itu. Hari itu juga terjadi dua serangan dan berhasil menjadi pukulan telak bagi rezim Basyar al-Assad. Satu ledakan diketahui berada 100 meter dari Hotel Four Seasons, salah satu yang termewah di Damaskus.

Konflik bersenjata di Suriah yang meletus sejak tahun lalu telah menewaskan lebih dari 20 ribu orang dan membuat sejuta lainnya mengungsi.(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.