Dua Korea sepakat tarik pos penjagaan di perbatasan
Kesepakatan itu dicapai oleh para jenderal di kedua negara seiring kian mencairnya hubungan kedua negara sejak Perang Korea 1950-1953.
Korea Utara dan Korea Selatan hari ini sepakat untuk menyingkirkan 11 pos penjagaan di sepanjang perbatasan mulai bulan depan.
Kesepakatan itu dicapai oleh para jenderal di kedua negara seiring kian mencairnya hubungan kedua negara sejak Perang Korea 1950-1953.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah membicarakan rencana tersebut saat pertemuan ketiga mereka di Pyongyang bulan lalu. Penyingkiran 11 pos jaga di sepanjang perbatasan merupakan upaya meredakan ketegangan antara kedua negara.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh militer Seoul, penyingkiran 11 pos bertujuan untuk menyempurnakan rencana sebelumnya. Kedua pihak sepakat untuk menghapus 11 pos jaga dan menghancurkannya pada akhir November.
"Kedua belah pihak juga sepakat untuk mengadakan pembicaraan untuk menghapus semua pos penjagaan perbatasan yang tersisa," ungkap pernyataan militer bersama setelah pertemuan di Desa Panmunjom hari ini seperti dilansir dari France24, Jumat (26/10).
Selain itu, sebagai bentuk ekspresi damai, kedua korea juga setuju memindahkan semua senjata dari Daerah Keamanan Bersama (JSA). Kedua pihak kini hanya meninggalkan 35 personel tak bersenjata di perbatasan.
Kim dan Moon juga pekan lalu sepakat menghapuskan ranjau dari kawasan JSA dan menggunakan daerah tersebut sebagai tempat untuk membicarakan hubungan antar Korea.
Baca juga:
Kim jong-un hadiahkan sepasang anjing buat presiden Korsel sebagai tanda persahabatan
Peringatan Chuseok, warga Korut sujud di depan zona perbatasan Korsel
Tutup kunjungan ke Korut, Presiden Korsel & Kim Jong-un naik gunung bareng
Mie dingin ini jadi menu makan siang Kim Jong Un dan Moon Jae-in di Pyongyang
Semringah Kim Jong-un dan Moon Jae-in sepakati era tanpa perang
'Hari ini Korut dan Korsel sepakat memasuki era tanpa perang'