Dua gadis remaja asal Austria pergi berjihad ke Suriah
Interpol kini tengah mencari Samra Kesinovic dan Sabina Selimovic usai menghilang dari rumah mereka pada 10 April lalu.
Polisi Internasional (Interpol) dikabarkan tengah mencari dua gadis remaja asal Austria yang mereka percaya telah ditipu agar pergi ke Suriah demi berjuang untuk kelompok pemberontak.
Samra Kesinovic, 16 tahun, dan Sabina Selimovic, 15 tahun, menghilang dari rumah mereka di Ibu Kota Wina pada 10 April lalu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Sabtu (19/4), mengutip laporan surat kabar the Daily Mail.
Tapi petunjuk pertama yang orangtua mereka terima yang menjelaskan di mana kemungkinan para gadis itu berada adalah dari serentetan unggahan di media sosial yang mengklaim mereka telah pergi untuk melakukan 'perang suci'.
Orangtua mereka, yang merupakan pengungsi asal Bosnia menetap di Austria setelah terjadinya konflik etnis pada tahun 1990'an, mengklaim bahwa pesan itu tidak ditulis oleh kedua anaknya.
Mereka juga mengatakan kedua anaknya baru-baru ini sering mengunjungi sebuah masjid yang dijalankan oleh seorang ulama radikal berbasis di Wina, Ebu Tejma.
Ayah kedua gadis itu dikatakan tengah berada di luar negeri untuk mencari putrinya, yang sudah tidak berhubungan lagi dengan mereka.
Foto-foto di akun kedua gadis itu pada media sosial Facebook memperlihatkan mereka sedang memegang senapan serbu AK47.
Dalam sebuah unggahan, kedua gadis itu mengumumkan rencana mereka untuk menikah agar menjadi 'pejuang suci', sementara unggahan lainnya mengatakan bahwa 'kematian adalah tujuan mereka'.
Pejabat Austria mengatakan kedua gadis remaja itu mungkin berada dalam sebuah kamp pelatihan jihad dan telah menikah dengan suami dari kelompok pemberontak.
(mdk/fas)