Donald Trump mengaku tidak suka Twitter
Donald Trump mengaku tidak suka Twitter. Presiden terpilih AS Donald Trump mengaku tidak suka menggunakan Twitter, dan dia akan berhenti menggunakannya jika pers memberitakan dirinya dengan jujur. Dia mengaku selama ini selalu menggunakan Twitter untuk melawan disinformasi dan berbicara berbicara langsung dengan rakyat
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak suka menggunakan Twitter, dan dia akan berhenti menggunakannya jika pers memberitakan dirinya dengan jujur. Dia mengaku selama ini selalu menggunakan Twitter untuk melawan disinformasi dan berbicara langsung dengan rakyat AS.
Hal itu dikatakannya dalam sebuah wawancara dengan Fox News Channel, Kamis (19/1), jika dia tetap melanjutkan cuitannya sebagai presiden ke-45, Trump mengaku akan melakukannya namun dengan sedikit penyesalan.
"Ya, dia akan renungkan. 'Lihat, saya tidak suka mencuit. Saya punya hal lain yang dikerjakan'. Tapi saya mendapatkan ketidakjujuran media, pers yang sangat tidak jujur. Dan ini adalah satu-satunya cara di mana saya bisa melawannya," ujar Trump.
Dalam rekaman itu, Trump mengungkapkan alasannya menyerang politikus Demokrat asal Georgia bernama John Lewis. Lewis mengaku akan memboikot upacara pelantikannya di Jumat (20/1) untuk pertama kalinya.
"John Lewis mengaku tidak pernah melakukannya, di mana dia tidak menghadiri pelantikan. Tapi, dia sudah (pernah). Dia berkata dengan kebohongan. Jadi, saya bisa katakan, Lewis pernah melakukan boikot yang sama saat pelantikan Presiden George W Bush pada pelantikan 2001," tambahnya.
"Sekarang jika pers jujur, saya tidak akan menggunakan Twitter. Dan saya tidak akan memilikinya juga."
Mungkinkah Trump akan berhenti?
Baca juga:
Hadiri pelantikan Trump, Harry Tanoe kebut proyek di Indonesia
Korban pelecehan seks Donald Trump kembali menggugat
Dilantik besok, ini sosok Donald Trump dan kerajaan bisnisnya
Luhut bandingkan Jokowi dan Trump di koran Singapura
Siapa wakil Indonesia di pelantikan Trump?