Donald Trump Klaim Dinominasikan Perdana Menteri Jepang Raih Nobel Perdamaian
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menominasikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk penghargaan prestisius Nobel Perdamaian pada musim gugur tahun lalu. Ini dilakukan Abe setelah diminta langsung oleh Washington.
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menominasikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk penghargaan prestisius Nobel Perdamaian pada musim gugur tahun lalu. Ini dilakukan Abe setelah diminta langsung oleh Washington.
Washington meminta kepada Tokyo terkait kemungkinan mencalonkan Trump untuk penghargaan tersebut setelah pertemuan puncaknya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada Juni tahun lalu. Hal ini disampaikan sumber dari pemerintah Jepang yang tak ingin namanya dicantumkan.
Berita ini muncul setelah pada Jumat lalu Trump mengklaim Abe menominasikannya untuk Nobel Perdamaian. Trump mengatakan Abe mengirimkannya salinan lima halaman surat pencalonan yang disampaikan kepada Komite Nobel Perdamaian karena Abe menghargai upayanya menurunkan ketegangan dengan Pyongyang.
"Dia (Abe) mengatakan,'Saya telah mencalonkan Anda dengan hormat atas nama Jepang. Saya meminta mereka untuk memberi Anda Nobel Perdamaian'. Saya mengucapkan terima kasih," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dilansir dari South China Morning Post, Senin (18/2).
"Banyak orang juga merasakan hal yang sama. Saya mungkin tidak akan pernah mendapatkannya. Tidak apa-apa," lanjut Trump. Sementara itu para pejabat Jepang tidak menanggapi permintaan klarifikasi atas klaim Trump atau laporan surat kabar tersebut.
Baca juga:
Demi Bangun Tembok Perbatasan Trump Umumkan Darurat Nasional di AS
Melania Trump Habiskan Hari Valentine Bersama Pasien Anak di Rumah Sakit
Senat AS Tidak Temukan Bukti Kolusi Trump dan Rusia dalam Pilpres 2016
8 Pemimpin Negara dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia
Begini Reaksi Warga Vietnam Dengar Negaranya Tuan Rumah KTT Trump-Kim Jong-un Kedua
Dari Benci Jadi Hangat, Hubungan Trump dan Kim Jong-un Jelang KTT Kedua