Dokter terkemuka Saudi yang ditangkap korupsi dipindah ke penjara
Dokter terkemuka Arab Saudi sekaligus presenter reformis, Walid Fitaihi, dipindahkan ke penjara dengan keamanan tinggi setelah tiga bulan ditahan di Hotel Ritz-Carlton Riyadh. Fitaihi merupakan satu dari ratusan lain yang ditahan karena diduga melakukan korupsi.
Dokter terkemuka Arab Saudi sekaligus presenter reformis, Walid Fitaihi, dipindahkan ke penjara dengan keamanan tinggi setelah tiga bulan ditahan di Hotel Ritz-Carlton Riyadh. Fitaihi merupakan satu dari ratusan lain yang ditahan karena diduga melakukan korupsi.
Menurut seorang aktivis Saudi, Fitaihi ditempatkan ke penjara al-Hair di bagian selatan Riyadh yang sering digunakan untuk menahan para narapidana kelas kakap.
Meski pemindahan itu belum secara resmi diumumkan pemerintah, namun seorang pejabat membenarkan bahwa kini tidak ada lagi tahanan yang ditempatkan di Hotel Ritz-Carlton. Hotel mewah itu sebelumnya digunakan sebagai pusat interogasi dan juga rumah tahanan para tahanan korupsi.
"Tidak ada lagu tahanan yang tersisa di Ritz-Carlton," ungkap pejabat yang tidak bersedia menyebutkan namanya itu, dikutip dari laman Middle East Eye, Jumat (2/2).
Sementara itu, Jaksa Agung Saudi mengatakan bahwa kini ada 56 tersangka korupsi yang masih ditahan di lokasi lain. Namun dia enggan menyebutkan lokasi penahanan.
Sebagaimana diketahui, Fitaihi merupakan dokter yang wajahnya kerap menghiasi televisi dalam acara bertajuk Mahyay. Itu merupakan acara talkshow di mana Fitaihi akan berbicara seputar cara menjaga kesehatan, tubuh, dan jiwa.
Selain itu, Fitaihi juga dikenal sebagai aktivis reformasi yang memiliki dua juga pengikut Twitter.
Fitaihi mendirikan sekaligus menjadi CEO dari International Medical Center (IMC), sebuah rumah sakit di Jeddah. Keluarga Fitaihi juga dikenal menjalani bisnis di bidang perdagangan emas dan perak.
Pada Oktober tahun lalu, pemerintah menempatkan Fitaihi dalam daftar larangan bepergian ke luar negeri sebelum kemudian menangkap dan menahannya pada bulan November.
Dia termasuk diantara para pangeran, ilmuan, dan pengusaha yang ditahan atas perintah Pangeran Muhammad bin Salman dalam upaya memberantas korupsi. Beberapa tahanan dilaporkan telah dibebaskan karena sepakat membayar denda dalam jumlah fantastis ke negara.
Baca juga:
Pembayaran denda tahanan korupsi di Saudi mencapai USD 107 miliar
Aktivis HAM desak Muhammad bin Salman ditangkap karena kejahatan perang di Yaman
Terkena tuduhan korupsi, Pangeran Alwaleed klaim akan segera bebas
Pertama kalinya bioskop dibuka di Arab Saudi setelah 35 tahun
Perang Yaman kian runyam, yang tadinya sekubu kini berseteru