Ditemui Macron, Putin Sepakat Rusia Hentikan Manuver Baru di Perbatasan Ukraina
Ketegangan Ukraina-Rusia meningkat belakangan ini dan sejumlah negara Barat khawatir Rusia akan menyerang Ukraina setelah negara itu mengerahkan pasukannya di dekat perbatasan Ukraina.
Presiden Rusia, Vladimir Putin berjanji tidak melakukan manuver militer baru di dekat Ukraina saat ini sebagai pertanda kemungkinan deeskalasi, ungkap seorang pejabat Prancis setelah Putih menggelar pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Menurut pejabat Prancis ini, Putin juga setuju para tentara yang terlibat dalam latihan militer di wilayah Belarusia dekat perbatasan Ukraina akan ditarik kembali.
Putin sendiri tidak menyinggung perihal ini ketika berbicara kepada media setelah enam jam pertemuan dengan Macron di Kremlin pada Senin malam. Reuters tidak bisa mengonfirmasi Rusia telah menyepakati komitmen tersebut.
Pejabat Prancis yang berbicara kepada wartawan itu menolak disebutkan namanya.
Dikutip dari Reuters, Selasa (8/2), Macron merupakan pemimpin Barat yang bertemu Putin sejak Moskow mulai mengerahkan pasukannya di dekat Ukraina. Negara-negara Barat mengatakan mereka khawatir Rusia sedang bersiap untuk melakukan invasi. Moskow membantah hal tersebut tapi mengatakan pihaknya bisa mengambil tindakan militer kecuali beberapa permintaan mereka terkait keamanan dipenuhi.
Pejabat Prancis tersebut mengatakan, selama pembicaraan Macron setuju untuk "membuka dialog terkait pertanyaan-pertanyaan strategis," tapi tidak ada rincian terkait apa yang dibahas dalam dialog itu.
Putin menuntut perubahan pengaturan keamanan di Eropa, termasuk janji bahwa NATO tidak akan pernah mengakui Ukraina, rudal tidak akan pernah dikerahkan di dekat perbatasan Rusia dan aliansi Barat akan mengurangi infrastrukturnya di kawasan itu.
Pejabat Prancis itu juga mengatakan dicapai kesepakatan selama pembicaraan Putin-Macron untuk meningkatkan diplomasi di bawah Format Normandia, di mana Prancis dan Jerman telah bertindak sebagai fasilitator dalam pembicaraan yang melibatkan Rusia dan Ukraina.
Baca juga:
Intelijen AS Sebut Rusia Ragu Lakukan Invasi Skala Penuh ke Ukraina
AS Sebut Rusia 70 Persen Siap Serang Ukraina
AS Peringatkan Serangan Rusia ke Ukraina Bisa Bunuh 50.000 Warga Sipil
Ketakutan Meliputi Warga Ukraina, "Mau Lari Kemana? Rumah & Hidup Saya Ada di Sini"
Intip Militer Ukraina Latihan Perang di Kota Hantu Pripyat
Senjata AS Terus Berdatangan Bantu Ukraina Mengantisipasi Invasi Rusia