Disangka dukung ISIS, polisi Malaysia tangkap WNI jadi tukang jahit
Tersangka Rino Kaswara Kasmar (34) dijerat dengan tiga sangkaan terorisme.
Seorang warga Indonesia bekerja menjadi penjahit di Slim River, Perak, Malaysia, ditangkap. Dia disangka mendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui dunia maya.
Dilansir dari laman the borneo post, Sabtu (8/7), warga Indonesia ditangkap Polis Diraja Malaysia (PDRM) bernama Rino Kaswara Kasmar (34). Dia dijerat dengan tiga delik.
Pertama Rino dituduh mendukung ISIS dengan membentuk grup berjuluk AnsharulKhilaafah Filibiin Indonesia-Filipina, di media sosial Telegram. Dia membikin grup jejaring dunia maya itu di Medan Niaga, Jalan Pasar Slim River pada 2 Mei lalu. Dalam kasus itu, Rino dijerat Pasal 130J ayat (1) huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia. Dia diancam pidana penjara selama 30 tahun atau bisa diganti dengan pidana denda. Segala asetnya juga disita.
Kemudian, aparat Malaysia menuduh Rino mendukung kelompok Mujahidin Indonesia Timur dan ISIS melalui medsos Telegram, dengan nama akun Rijal Mujahidin Minangkabau. Dia mengunggahnya pada 2 Mei dan 12 Juni. Dalam perkara ini, dia dijerat Pasal 120G huruf B dan terancam dibui 30 tahun atau pidana denda.
Ketika, Rino disangka sengaja menyimpan materi terorisme dan ISIS diperoleh di Bazar Majlis Daerah Tanjung Malim (MDTM), Jalan Pasar, Slim River, pada 12 Juni. Dalam delik itu, Rino dijerat Pasal 130JB ayat (1) huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia. Dia terancam dipenjara tujuh tahun atau pidana denda.
Hakim Intan Nurul Farena Zainal Abidin menyatakan penundaan pemindahan tahanan hingga 7 Agustus, sebelum perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi di Kuala Lumpur. Dalam persidangan Rino absen dan cuma diwakilkan oleh Jaksa Penuntut Umum, Syalia Ain Zainuddin.
Baca juga:
Indonesia desak Malaysia hukum majikan pekerjakan TKI ilegal
Disangka dukung ISIS, polisi Malaysia tangkap WNI jadi tukang jahit
WN Malaysia calon pemimpin ISIS di Filipina dikabarkan tewas
Muhammadiyah dan ormas Malaysia ajak boikot Starbucks yang pro LGBT