LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Digelar saat Ramadan, polisi Turki serang parade gay

Puluhan orang membawa bendera pelangi ditembak meriam air. Pembubaran ini dikecam netizen dunia

2015-06-29 15:42:14
Turki
Advertisement

Beredar rekaman di jejaring sosial yang menunjukkan serangan Kepolisian Turki terhadap pawai kelompok gay di Alun-Alun Taksim, Kota Istambul, kemarin (27/6) sore waktu setempat.

Puluhan pegiat homoseksual kocar-kacir karena polisi juga menggunakan gas air mata. Sementara satu orang nampak terpental jatuh akibat dihajar meriam air.

Polisi Turki mengklaim berhak membubarkan pawai tersebut karena tidak berizin.

Advertisement

Adapun salah satu pentolan kelompok pendukung hak Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) Turki, Bulent, menyatakan polisi sejak jauh-jauh hari tidak pernah memberikan izin. Alasannya pawai gay pride tahun ini digelar saat bulan Ramadan.

"Kami meminta izin secara baik-baik untuk merayakan hak kami. Dan begini hasilnya," kata Bulent seperti dilaporkan ABC Online, Senin (29/6).

Sebelum diserbu meriam air dan satu batalion polisi yang memakai pentungan, para pegiat mengibarkan bendera pelangi, sebagai logo LGBT. Pawai berlangsung damai dan sebagian menggelar tarian.

Advertisement

"Kami tidak berunjuk rasa dengan kekerasan. Kami minta diakui oleh negara," ungkap Bulent.

Di Turki, tidak ada hukum pidana yang melarang homoseksualitas. Kendati begitu pasangan sejenis masih dianggap tabu.

Kekerasan yang dilakukan Kepolisian Turki itu memicu kritik di dunia maya. Penyanyi Lady Gaga, sebagai pendukung kaum LGBT, menyatakan aparat Turki tak punya alasan melarang parade gay di bulan Ramadan.

"Justru pawai ini dan bulan Ramadan seharusnya bisa terjadi beriringan. Tak perlu ada kekerasan," tulis Gaga di akun Twitternya.

Pawai di Istambul ini berselang sehari dari pengesahan pernikahan sejenis di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Keputusan Mahkamah Agung AS itu memicu kampanye #LoveWins di dunia maya, mengajak semua orang mendorong kesetaraan hak kaum LGBT dalam kehidupan bermasyarakat.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.